Harta Karun VOC di Laut Cilamaya di Kuras Pencuri Puluhan Tahun

PELITAKARAWANG.COM-,Laut Cilamaya semakin menjadi bidikan nasional, bahkan dunia. Pasalnya, selama puluhan tahun Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) hingga benda peninggalan era VOC, tak jarang ditemukan para nelayan di pesisir pantai Pasirputih dan Tangkolak. Namun, seiring spot pantai Tangkolak Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan dijadikan prioritas wisata bahari terintegrasi bidikan Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) dan Kemenko Kemaritiman, sisa-sisa BMKT di sejumlah karang dilaut Cilamaya mulai jadi incaran sejumlah pihak.(27/09/2018).

Polisi Khusus (Polsus) Dinas Perikanan dan Kelautan Wawan Setiawan mengaku, sudah banyak BMKT hilang dilaut Tangkolak, Tanjungbaru dan Pasirputih. Bahkan, yang sekarang mulai di bidik Pemerintah itu adalah sisanya.Sepengetahuannya,koordinat yang banyak menyimpan BMKT itu adalah di Karangbui, perbatasan Subang - Karawang, Karangsendulang dan Pulogede Tanjungbaru. Disinggung rincian, Wawan menyebut, di Karangbui yang mulai mendekat ke Wilayah Patimban Subang, ada 6 Meriam, 1 Jangkar dan serpihan koin-koin peninggalan VOC. Alasan mengapa harus dicek dan diangkat oleh Karawang, karena yang paling banyak menemukan adalah nelayan Tangkolak, dimana sebagiannya mungkin ada yang dihimpun oleh beberapa nelayan, apalagi sebut Wawan, penyelam Diving dengan kedalaman 30 - 50 meter rata-rata berasal dari Tangkolak. " Ada tiga koordinat yang banyak peninggalan muatan kapal tenggelam, yaitu Pulogede, Karangsendulang dan Karangbui," Katanya.

Selain itu, sambung Wawan, ada pula di Karangsendulang atau yang warga Cilamaya menyebutnya dengan nama Karangkapalan, koordinat S 06-07-941 dan E107-35-075, atau 2,5 mil dari bibir pantai tengkolak terdapat dua unit kapal tenggelam yang diduga membentur karang di kedalaman 10 meter, Kapal VOC dan Kapal Sentosa yang masih terdapat kamar mesin walau tidak utuh, bisa dilihat di kedalaman tersebut. Dan kemungkinan masih banyak lagi, tapi ia ingatkan, bahwa hal itu hanya sisa, karena sebelumnya, penemuan-penemuan dari laut Cilamaya sudah berhasil di curi secara ilegal, bahkan dulu sempat tidak ada aturan, dimana swasta boleh mengambil sejumlah benda bersejarah didasar laut ini. " Karangsendulang itu ada dua kapal tenggelam di kedalam 10 meter saja terlihat, masih ada kamar mesin walau tidak utuh," Katanya.

Lebih jauh ia menambahkan, KKP sering koordinasi pada pihaknya, karena koin-koin, dan benda peninggalan VOC yang ditemukan di Cilamaya, sudah di pamerkan sampai ke Singapura. Saat ditelusuri, ternyata ada jaringan ilegal fishing dan pencurian benda berharga itu, dari oknum penyelam yang ada di Tangkolak sendiri selama bertahun-tahun, karena harus diakui Warga Tangkolak ini sangat mumpuni dalam Diving,jaringannya itu sampai ke oknum-oknum kolektor di Kepulauan Riau (Kepri),karena banyak diantara benda asal laut Cilamaya ini di pamerkan. Soal hasil saat ini,  kaitan pengangkatan BMKT, pihaknya serahkan kepada tim panitia nasional, apakah akan mengangkat atau sebatas memindahkan slotnya saja seperti Meriam dari Karangbui ke Karangsendulang, itu nanti diatur. " KKP sempat koordinasi, bahwa ada benda yang ditemukan di laut Jawa itu ada di Musim Singapura, saat ditelusuri ternyata memang dari Tangkolak," Katanya.
Posting Komentar