Ini Langkah Jitu Madrasah di Kabupaten Karawang Atasi Masalah Kekinian di Lingkungan Sekolah

PELITAKARAWANG.COM-. Upaya Kepala Mts Negeri 1 Karawang mengantisipasi kenakalan pelajar, berbuah jitu. Pasalnya, demi mencegah siswa bolos di jam belajar, membeli rokok sembarangan, penyalahgunaan obat dan  jajan makanan dengan kandungan membahayakan kesehatan, semua pedagang yang biasa berjualan diluar gerbang, difasilitasi berdagang didalam tempat yang disediakan pihak Madrasah.

Rapat Dalam Kelas
Kepala Mts Negeri 1 Karawang, Dra Hj Halimah mengatakan, pihaknya tetapkan tata tertib agar para siswa Mts Negeri 1 Karawang yang berjumlah lebih dari seribu orang ini, nyaman selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Karenanya,gerbang Madrasah yang biasa dibuka di waktu istirahat, tetap akan ditutup dari mulai jam belajar dimulai, sampai dengan pulang.Kebijakan ini, tidak serta merta merugikan para pedagang yang biasa berjualan diluar gerbang, karena pihaknya tetap perbolehkan berjualan dengan syarat lokasinya didalam lingkungan madrasah pada tempat yang sudah disediakan. Karena,pihaknya enggan ada siswanya lalu lalang dengan bebas, bolos dan melanggar aturan disaat jam belajar hanya gara-gara gerbang dibuka. Itulah sebabnya, ia fasilitasi pedagang tetap berdagang, asal tidak menjual rokok, makanan minuman yang mengandung zat berbahaya, apalagi penyalahgunaan obat, dan yang terpentingnya sambung Halimah, para pedagang harus komitmen jaga kebersihan dan menerima penempatannya yang sudah disediakan pihak Madrasah.

 " Kita ini lembaga pendidikan yang punya aturan dan tata tertib, upaya kita ingin cegah kenakalan pelajar, mohon difahami untuk kenyamanan proses KBM di Madrasah," Katanya.

Ketua Komite Mts Negeri 1 Karawang, H Nuryasin mengatakan,  para guru dan siswa dimintanya agar tetap fokus dalam belajar mengajar. Jika ada pihak-pihak yang mengintimidasi, atau tidak suka atas kebijakan lembaga pendidikan untuk mencegah kenakalan pelajar, silahkan di musyawarahkan dan berlindung dibawah penegak hukum. Tidak ada sebut Yasin, yang menghalangi ikhtiar dan upaya para pedagang dalam berjualan, karena semuanya difasilitasi pihak Madrasah, karena dirinya juga pernah berkunjung ke Pesantren terbesar di Jawa Barat, Al Zaitun Indramayu, semua pedagang tidak ada yang didalam, karena ranah pendidikan biarkan hak pengelolanya, begitupun pedagang, memiliki hak masing-masing. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan ini bisa difahami dan dilaksanakan komitmennya bersama-sama. " Komite arahkan agar baik pihak sekolah dan pedagang saling memahami dan pengertiannya, karena ini lembaga pendidikan ," tandasnya.

AKP Nurdian, Kanit Reskrim Polsek Cilamaya mengatakan, namanya lembaga pendidikan, dan dan kebijakan harus menjunjung tinggi asas kekeluargaan, perlu digaris bawahi sebutnya, asas kekeluargaan diminta saling kompak. kalau ada riyak - riyak ia harus diselesaikan. Karena, di Madrasah adalah ranah belajar, mengajar dan berkegiatan, sementara masyarakat disekitar dan pedagang kewajibannya adalah membuat nyaman. Semuanya, sambung Dian, harus faham, mana ranah mengajar, dan mana ranah berdagang. Jangan ada ketakutan membuat aturan untuk mencegah kenakalan pelajar,  mohon juga segala sesuatunya dikoordinasikan dengan Polsek. " Kalau ada aturan dengan Mts, kenapa pedagang tidak menjunjung dengan baik, kan sama-sama nyaman, musyawarah kekeluargaan kan jalan terbaik," Katanya.

Ia berharap, guru dan siswa nyaman belajar, begitupun pedagang bisa tetap berjualan untuk anak istri, walaupun hanya berpindah lokasi dari luar kedalam lingkungan madrasah. Jangan sampai ada warga sekitar, yang membuat gaduh dan beranggapan usahanya terancam.  Karena, semuanya difasilitasi optimal," apapun dan masih mengeluh, mengintimidasi dan tidak terima, silahkan untuk selalu berkoordinasi dengan kami," Katanya.

Pedagang dilingkungan Komplek Mts Negeri 1 Cilamaya, Yusuf mengatakan, pihaknya menerima apa yang jadi kebijakan pihak Madrasah. Dirinya juga siap patuh terhadap syarat dan ketentuan baginya sebagai pedagang yang sehari-hari menjajakan dagangan buat anak-anak Mts Negeri 1 Karawang ini." Ya kita siap menerima dan patuh pada aturan, utamanya membuat nyaman siswa selama proses belajar mengajar," Katanya.
Posting Komentar