Kades Karawang Ini Mau Ketemu Presiden Jokowi,Ini Kepentingannya

PELITAKARAWANG.COM.- Sudah belasan tahun, Kali Cilamaya semakin kenyang didatangi para pejabat daerah. Koordinasi lintas Kabupaten/Kota dan survey pengambilan sampel, jadi agenda rutinan yang tidak berkesudahan. Namun, semua ikhtiar tersebut, terus buntu dan tidak membuahkan hasil, sebab, limbah B3 hasil keberingasan  pabrik industri tiga  Kabupaten tersebut,semakin membawa penyakit akibat bau yang menyengat dengan radius cukup jauh.Dulu kali Cilamaya saat musim kemarau, tidak sampai menimbulkan bau yang pekat, tapi sekarang. Jangankan buat pengairan sawah dan mancing ikan, baunya saja sudah menghiasi udara warga bantaran kali Cilamaya,Kata Warga Dusun Barahan Desa Cilamaya, Yayan S Mulyana.

Sudah baunya yang menyengat sambung Yayan, air hitam pekat dengan kiriman limbah pabrik, tidak pernah ada penindakan konkrit. Disisi lain, saat musim kemarau ini, air-air keran dari PAM juga mengecil, termasuk juga sumur timba mulai mengering. Sehingga, saat musim kemarau ini, berharap ada hujan sedikit, agar air limbah segera tersapu ke muara, dan air bersih juga kembali besar. " Bau nya semakin menggila, utamanya malam hari kalau tersapu angin," Ungkapnya.

Kaur Trantib Cilamaya, Wahyu mengatakan, radius 50 meter, bau kali Cilamaya sudah tercium tak biasa. Zat kimia dan limbah B3 jelas tercium saat angin menyapunya saat malam, atau sesekali siang harinya. Entah apa solusinya, karena jika dibiarkan lama baunya, akan membawa penyakit bagi puluhan KK di bantaran kali Cilamaya. Ini merupakan bukti, sebut Wahyu, bahwa penanganan selama ini jauh panggang daripada api kongkritnya. Sebab, masih banyak perusahaan dan pabriknya yang mungkin di bekingi oknum, bebas beroperasi, tidak dibekukan, tidak diberikan SP atau mungkin disetop aktivitasnya untuk perbaikan limbah sementara. " Jelas gak ada itikad baik dari pembuang limbah, aneh kan dibiarin terus mah, ya Allah ini baunya sudah menyengat," Keluhnya.

Kades Cilamaya, Kuswaedi mengatakan, jika sampai tidak berkesudahan, ingin rasanya ia curhat dan menemui presiden kaitan kali Cilamaya yang dibiarkan para pejabat dan pengusaha dibuang ke kali yang dulunya masih bening. Baunya sebut Kuswaedi, tak biasa, sebab sampai membuat pening kepala akibat campuran limbahnya yang mungkin besar volumenya. Sampel selalu diambil, survey selalu dilakukan, statemen dimedia juga tak jarang jadi harapan, tapi melihat hasil, tak pernahemuaskan masyarakat Cilamaya. " Baunya pening ke Kepala, kalau gak tuntas juga ingin rasanya saya curhat dan mengadukan kali Cilamaya ini ke Jokowi," harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Wawan D Setiawan mengatakan,sampai saat ini diakuinya,  belum ada solusi yang tepat, karena sumber pencemaran diluar kabupaten dan keterbatasan kewenangan hingga koordinasi yang belum maksimal dengan tetangga kabupaten dan provinsi." Pencemaran diluar kabupaten, dan wewenang kita terbatas,jadi belum ada solusi," Kelitnya. 

Tidak ada komentar