Katanya Pantai Tanjung Baru Karawang Ditelan Setan

PELITAKARAWANG.COM-,Wisata bahari  Tanjungbaru Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya kulon, terancam ditinggal para pengunjung hari libur. Musababnya, akses jalan dan infrastruktur pendukungnya yang masih dibiarkan rusak, membuat wisata yang sudah tersohor lewat tembang almarhum Darso ini, tidak terurus. Bahkan, aset tak terurus fisik milik Pemkab tersebut, membuat Kepala Desa setempat geram dan mengancam menyetop setoran retribusi untuk PAD yang dibanderol Rp50 juta pertahunnya.(26/9/2018).

Dikatakan Kades Pasirjaya, Mahrus Umar mengatakan, pantai Tanjung baru dibuka sejak era Bupati Ahmad Dadang, bahkan lahan -lahan dilokasi itu sudah pembebasan dan milik Pemkab. Pemerintah desa hanya diberikan keleluasaan mengelola, karena dalam Peraturan Daerah (Perda), Pemkab menganjurkan penjualan tiket Rp5 ribu perorang, sementara retribusi yang dibanderol Pemkab dan harus disetorkan Rp1.500 perorang, sisanya untuk APBDes dan pengelolaan. Tapi faktanya, sebut Mahrus, pantai yang sudah tersohor ini, semakin hari semakin tidak terurus, bahkan akses jalan dari Sukajaya - Tanjungbaru, juga masih disuguhkan hancurnya kepada para pengunjung. Akibatnya sesal Mahrus, ditahun 2018 ini pemasukan semakin melorot, dan ia juga ancam tidak akan setor retribusi ditahun ini yang dipatok Rp50 juta, sebab, darimana pengunjungnya bisa banyak, kalau infrastrukturnya saja sering jadi keluhan. " Cape kalau ngomong terus mah, sudah lah Tanjung baru ini sudah ditelan setan," Katanya.

Mahrus menambahkan, maksud ditelan setan itu, karena keuangan hasil kunjungan yang ada semakin anjlok, juga bantuan-bantuan yang sebelumnya bakal mengguyur untuk akses jalan dan infrastrukturnya, hanya harapan palsu dan hilang entah kemana. Dibanding untung, lebih banyak ruginya saat ini mengelola Tanjung baru, apalagi saat dikejar target setoran kepada Pemkab yang besarannya itu ditentukan berdasarkan perjanjian tertulis sebelumnya. " Bantuan hilang, pendapatan rugi dan tekor , terus apa namanya kalau bukan di telan setan," Ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan, jalanan rusak masih sekitar 2 kilometer dari gerbang desa menuju pantai Tanjung baru, dan 1 Kilometer diantaranya masuk wilayah Desa Sukajaya. Sayangnya, tidak ada upaya serius dari Pemerintah Desa Sukajaya membenahi akses jalan itu. Kenapa dirinya selalu berupaya agar akses jalan itu mulus semua sampai pantai, karena walaupun jalanan milik Sukajaya, tapi ia memiliki kepentingan yaitu Tanjungbaru, tinggal nanti Sukajaya-Pasirjaya bagi hasil saja berapa dari hasil pengelolaan Tanjung Baru tersebut," ya harusnya sama proaktifnya dong, karena saya punya kepentingan Tanjungbaru, dari Sukajaya juga harus serius membenahi akses jalannya," Katanya. 
Posting Komentar