Media Hidroponik Dari Sampah Anorganik

PELITAKARAWANG.COM-.Sampah merupakan suatu barang yang biasanya tak terpakai lagi, namun saat ini sudah banyak inovasi-inovasi baru karya anak bangsa yang dapat mengurangi masalah sampah di lingkungan. Tidak perlu banyak cara untuk menciptakannya hanya memerlukan ide dan keinginan untuk mencoba. (29/09/2018).

Fani Fitriyani
Sampah anorganik yang biasanya mencemari lingkungan karena terlalu lama untuk bisa terurai oleh tanah 8menyebabkan banyak masalah, sebagai contohnya yaitu faktor keindahan dan kesehatan, karena lingkungan yang dipenuhi oleh sampah yang berserakan yang selalu di anggap kotor dan tidak sehat oleh kebanyakan orang. Tetapi disisi lain sampah anorganik ini sebenarnya memiliki potensi tinggi yaitu sebagai tempat untuk penanaman sayur hidroponik. 

Tanaman hidroponik merupakan suatu jenis tanaman yang ditanam diatas air dengan menggunakan bahan tempat plastik, air, bibit sayuran atau sayuran yang masih memiliki akar,dan pupuk cair. Penanaman dengan cara ini juga ramah lingkungan dan tidak memakan banyak tempat bahkan jika lingkungan rumah tidak memiliki lahan tanah, solusinya adalah menanam dengan cara hidroponik ini. Sebagai cara untuk melestarikan alam, menjaga tubuh tetap sehat sekaligus sebagai kreativitas untuk memanfaatkan barang bekas salah satunya yaitu botol minuman kemasan plastik. Saya memang menyukai tanaman bahkan saya juga berpikir agar lingkungan tempat saya tinggal bisa menjadi lingkungan percontohan diantara perumahan lainnya. 

Didapat dari edaran pemerintah khususnya Kementrian Kesehatan yaitu tentang Germas yang contohnya harus mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan salah satunya mengkonsumsi sayuran. Dari program tersebut saya mendapatkan ide agar bisa membuat media tanam yang bisa digunakan di lahan yang sempit untuk sayuran dari bahan bekas atau sampah plastik, salah satunya adalah menggunakan botol minuman kemasan plastik.Pembuatannya cukup mudah hanya memerlukan botol air minum kemasan plastik, busa pencuci piring, kain, pisau, pupuk cair, air dan tanaman yang masih berakar saya mengambil sampel dari tanaman bawang daun dan seledri. 

Mengapa saya memikirkan untuk menanam itu, karena saya selalu merasa sayang dengan tanaman yang tidak dapat di manfaatkan lagi bahkan hingga tanaman itu mati. maka saya jadikan tanaman tersebut sebagai bahan untuk tanaman hidroponik ini. saya berhasil membuat alternatif tanaman hidroponik dengan bahan yang mudah di temukan salah satunya botol minuman kemasan plastik.

Dari hari ke hari tanaman tersebut tumbuh dengan suburnya dan selalu memunculkan tunas barunya, akarnya yang bertambah panjang hingga mencapai dasar botol dan daunnya yang berwarna hijau.

“ Meski saya menganggap tanah sangat bagus untuk menumbuhkan tanaman, metode hidroponik telah mengalami banyak kemajuan, “ ujar Marion Nestle, profesor nutrisi, kajian makanan, dan kesehatan masyarakat di New York University.

Nestle mengaku pernah menyaksikan produsen hidroponik yang menguji kandungan gizi utama dari produknya. Hasilnya, jumlah nutrisi berada dalam batas normal untuk jenis sayuran itu, bahkan terkadang lebih tinggi. (sumber: kompasiana.com).

Jadi, tanaman atau sayuran yang ditanam dengan media hidroponik tidak mengurangi nilai nutrisinya bahkan ada juga tanaman hidroponik yang nutrisinya lebih tinggi karena pupuk dan nutrisinya langsung di serap oleh akar tanaman tersebut. Pembuatan dengan cara media ini sangat di rekomendasikan untuk berbagai kondisi lingkungan dan sebagai cara untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

Penulis :Fani Fitriyani
Institusi :STIKES JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI
Posting Komentar