• Breaking News

    Miss Komunikasi Masyarakat Soal Pencetakan E-KTP di Kecamatan


    PELITAKARAWANG.COM-.Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) nampak kewalahan menerima antrian pelayanan pencetakan KTP el beberapa hari terakhir. Kebijakan pencetakan KTP el yang dijatah 40 blangko per Kecamatan, membuat masyarakat yang sudah memegang Surat Keterangan (Suket) menyerbu kantor diruang kasie Pelayanan, bahkan beredar spekulasi dari pemohon fisik KTP el tersebut bahwa pencetakan bisa dilakukan dikantor Kecamatan.

    Staff Kasie Pelayanan Kecamatan Lemahabang, Bambang Irawan mengatakan, setelah meletupnya antrian yang tidak terkontrol ke kantor Disdukcatpil, pihak Dinas langsung keluarkan kebijakan pencetakan 1.200 KTP el dan akan didistribusikan ke setiap kecamatan yang dijatah 40 KTP el perharinya. 

    Betul, permohonan pembuatan pencetakan KTP el bisa diKecamatan, tapi bukan serta Merta banyak yang beranggapan bahwa Kecamatan bisa mencetak KTP el, pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang datang justru ingin langsung menerima KTP el, padahal sebutnya Kecamatan tidak mencetaknya, kecuali hanya menampung Suket dari pemohon dan diajukan langsung ke Disdukcatpil, sementara pencetakan menunggu hasil yang dikeluarkan Disdukcatpil. Miss komunikasi semacam ini, diakui Bambang, ikut merugikan pihak Kecamatan, karena persepsi yang berkembang, pencetakan bisa dilakukan dikantor Kecamatan. " Betul permohonan pembuatan pencetakan KTP el bisa dilakukan di Kecamatan, tapi bukan berarti mencetaknya bisa di Kecamatan, kan mesin cetaknya cuma ada di Disdukcatpil, bukan di kita," Keluhnya.

    Obeng menambahkan, pernyataan Disdukcatpil yang menyebut dalam resi atau disposisi kepada pemohon KTP el bahwa bisa diambil 10 September dikantor Kecamatan, juga dianggap terlalu gegabah. Apakah bisa menjamin bahwa KTP el yang resinya diberikan kepada semua pemohon saat antrian di Catpil itu akan keluar 10 September? Sementara, pihak Kecamatan masih menampung Suket-Suket dari para pemohon yang datang setiap harinya. Karenanya, ia khawatir masyarakat berbondong-bondong datang, tapi yang dijatah tetap 40 KTP el. 

    Oleh karenanya, saran Obeng, Disdukcatpil ada baiknya tidak keluarkan resi kepastian pengambilan KTP el dengan mencantumkan tanggal tanpa jelas mencantumkan NIK, nama dan identitas lain dari pemohon, apalagi sambungnya masyarakat  yang datang itu sebutnya, banyak yang salah persepsi seolah-olah Kecamatan bisa melakukan pencetakan KTP el ." Resi juga, mengapa mencantumkan tanggal pengambilan KTP el, karena kan wewenang kita adalah mendistribusikan kuota yang dijatah saja, disisi lain banyak yang salah persepsi seolah-olah jadi semua karena kecamatan dianggap bisa melakukan pencetakan," Katanya.

    Kasie Pelayanan Kecamatan Lemahabang, Ade Saepudin mengatakan, apa yang disampaikan Disdukcatpil sudah benar, hanya saja persepsi yang berkembang dimasyarakat, masih banyak anggapan bahwa kecamatan bisa melakukan pencetakan KTP el.  Padahal, pencetakan tetap dilakukan di Disdukcatpil, karena kecamatan hanya melayani permohonan pencetakan dari Suket yang diterima saja. Kalau sudah jadi, pihaknya langsung yang akan menghubungi pemohon tersebut, karena saat memohonkan pencetakan lewat Suket yang diberikan, ia inisiatif simpan semua nomor kontak dan NIK yang bersangkutan untuk mengantisipasi sesekali KTP el miliknya sudah turun. Justru yang ia khawatirkan, saat banyak Suket yang masuk untuk memohon di cetak, blangko KTP el sewaktu-waktu habis karena setiap hari harus cetak 1.200 untuk didistribusikan ke 30 Kecamatan. Karenanya, ia berharap Catpil pastikan blangko mencukupi. " Kita save semua kontak pemohon pencetakan KTP el dan NIK nya, jadi sewaktu-waktu KTP el jadi, kita langsung menghubunginya," Katanya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad