Nelayan Karawang Minta Perhatian Dinas Koperasi dan DKP

PELITAKARAWANG.COM-, Para nelayan di wilayah Kecamatan Pakisjaya, terutama nelayan di Desa Tanjung Pakis telah berpuluh-puluh tahun tergantung pada pinjaman dari para Bakul (tengkulak-red) dengan perjanjian, menjual hasil tangkapan lautnya kepada bakul tersebut dengan hargayang telah di tentukan pula oleh para bakul tersebut.

Ketua koperasi Mutiara Bahari Mandiri, kecamatan Pakisjaya, Asep Hermawan mengatakan bahwa permasalahan para nelayan dapat terselesaikan dengan turun tangannya pemerintah kabupaten. Dengan memberi pinjaman kepada para nelayan agar terbebas dari pinjaman yang didapat dari para tengkulak atau bakul. “Agar para nelayan tersebut tak lagi terikat perjanjian dengan para bakul, yang mengharuskan para nelayan tersebut menjual hasil tangkapanya kebakul dengan harga yang ditentukan sepihak tersebut. kalau sudah terbebas dari bakul, para nelayan bisa menjual ikan hasil tangkapannya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada,” jelas Asep, saat dihubungi melalui teleponnya, Jumat (28/9).

Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa jika para nelayan bisa menjual ikan hasil tangkapannya ke TPI, meunurutnya dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari TPI yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemkab Karawang. “Saya berharap Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Koperasi dapat mengupayakan agar para nelayan tersebut dapat kembali menjual hasil tangkapan ikannya ke TPI. Sehingga harga jual dapat kembali normal sesuai dengan harga pasaran, seperti harga rajungan diketahui di daerah sungaibuntu itu sampai dengan Rp.85 ribu kalau disini nelayan dapat menjual rajungan paling tinggi itu Rp.55 ribu, jelas sulit buat nelayan untuk bisa lepas dari ketergantungannya kepada para bakul bahkan untuk maju dan sejahtera,” paparnya.

Selain itu yang menjadi kendala bagi para nelayan di wilayah Pakisjaya, lanjut Asep adalah Infrastruktur yang ada. “Kondisi muara yang telah mengalami pendangkalan (sedimentasi) sehingga kapal ikan 5GT miilik para nelayan sulit masuk ke sungai Pakis menuju TPI. “Dan Turap Penahan Tanah (TPT) sepanjang 1000 meter perlu dibangun agar pasir dan tanah dibantaran sungai tak lagi turun ke sungai sehingga membuat dangkal aliran sungai Pakis tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan,Perhatian Pemkab Karawang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terhadap masyarakat kecamatan Pakisjaya khususnya warga Desa Tanjungpakis dengan digelarnya berbagai kegiatan untuk mempromosikan wisata pantainya, tak diiringi perhatian dari Dinas terkait lainnya, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dan Dinas Koperasi atas kesulitan para nelayan di daerah tersebut dalam segi permodalan sehingga para nelayan bergantung pada bakul dengan perjanjian tertentu dan dianggap merugikan para nelayan yang pada akhirnya tak dapat memberikan PAD yang signifikan. 
Posting Komentar