Pemerintahan Desa Tegalsari Karawang Terancam Kosong

Gambar adalah 
Pilkades Karawang
PELITAKARAWANG.COM,- Paska ditinggal Kades karena tersandung kasus pidana, Pemerintahan Desa Tegalsari semakin bingung menentukan arah. Pemilihan Kepala Desa yang sudah didepan mata, mengancam kelengkapan personil pemerintahan desa. Pasalnya, Sekretaris Desa dan Kaur Pemerintahan yang sama -sama nyalon Kades, akan segera cuti saat penetapan calon per 3 Oktober nanti. Disisi lain, Penjabat Sementara (Pjs) yang diajukan Muspika Kecamatan, sampai jelang akhir September juga belum jelas turunnya.

Kaur Pemerintahan Desa Tegalsari yang juga Calon Kades, Dwija Soedarsosno alias Ijeng mengatakan, ia mengajukan cuti dan mengundurkan diri juga bingung kepada siapa, lagi pula Pjs yang diajukan Kecamatan juga belum ada. Jadi sejauh ini masih menggantung kepaatianya. Namun demikian, sejak pelayanan satu atap (Yantap) sampai saat ini, dirinya sudah jarang ngantor lagi ke desa, karena memang sedang fokus pencalonannya sebagai kandidat Calon Kades. Paling-paling dirinya baru akan membuat surat cuti dan mundur, saat desa sudah dipastikan memiliki Pjs. " Kalau gak ada Pjs, kita ngajuin cuti dan mundur itu kesiapa? " Tanyanya.

Sekretaris Camat Cilamaya Wetan, Imam Bahanan mengatakan, dua calon Kades Tegalsari tiada lain adalah Sekretaris Desa dan Kaur Pemerintahan, keduanya sama-sama akan cuti terhitung ditetapkan sebagai Calon Kades per 3 Oktober nanti, masanya akan sampai dengan penetapan Kades terpilih nanti. Oleh karenanya, Kades yang sedang tersandung hukum, kemudian juga dua pegawainya akan cuti, otomatis akan terjadi kekosongan. Apalagi, jika diperparah dengan pengajuan Pjs Kades dari PNS yang dilayangkan pihak Kecamatan, belum juga turun per 3 Oktober nanti, sehingga pemerintahannya akan terjadi kekosongan. Karena itu, mengantisipasinya, ia harapkan Pemkab melalui Kabag Hukum dan DPMPD untuk segera memproses SK Pjs Kades Tegalsari, agar kiranya bisa turun sebelum dua pegawai desa yang nyalon kades ini cuti di awal Oktober nanti. " Bingung saya juga, dua pegawainya akan cuti, kadesnya ditahan, eh PJs yang diajukan juga belum juga turun SK nya," Katanya.

Imam menambahkan, Pjs harus ada terlebih dahulu, agar dua pegawai desa ini jelas pengajuan Cutinya pada Pjs. Ia balik khawatir, jika Pjs belum ada kemudian perangkat cuti atau mundur diajukan kepada siapa, jadi yang harus dipercepat adalah Pjs Kades yang sudah diajukan Muspika atas nama Amir yang tak lain adalah Kasie Kesos Kecamatan. Sebab, desa lain yang menyelenggarakan Pilkades, tidak ada yang Pjs, sehingga Kadesnya hanya cuti, namun Pjs ini diberlakukan kepada Desa Tegalsari yang memang Kepala Desanya sedang ditahan dan incrah. " Hanya Tegalsari yang diajukan Pjs karena Kadesnya inkrah ditahan, yang lain mah enggak, koordinasi kesana dan kemari sudah dilakukan," Ungkapnya.
Posting Komentar