Ridwan Kamil Bakal Tinjau Kembali Kinerja BUMD di Jabar

RK dan UU
PELITAKARAWANG.COM-.Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hanya ada satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Barat yang memberikan keuntungan sesuai ekspektasi. BUMD itu ialah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB Tbk.

'Jadi dari sekian BUMD yang ada hanya BJB yang memberikan keuntungan sesuai ekspektasi,' kata Ridwan Kamil usai menyampaikan visi misinya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat, di Gedung DPRD Jawa Barat Kota Bandung, Kamis, 6 September 2018. 

Ia mengatakan, pada hari pertama dirinya rapat sebagai Gubernur Jawa Barat, maka ia akan meninjau kembali kinerja dari setiap BUMD yang ada Jawa Barat. 'Informasi yang masuk ke saya dan sudah saya baca, bahwa di luar bank BJB itu tidak banyak memberikan keuntungan sesuai ekspektasi. Nah, saya akan bedah satu-satu pada rapat pertama saya nanti,' kata dia.

Sementara itu, dalam pidato perdananya di hadapan anggota DPRD Jawa Barat, pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyampaikan sejumlah rencana program kerja yang akan ia bawa untuk masyarakat Jawa Barat. Program kerja Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum tersebut tertuang dalam Program Jabar Juara Lahir Batin.

'Jadi makna 'Juara' di sini ialah mencerminkan kita harus jadi masyarakat luar biasa, mengejar prestasi. Ada 14 medali Asian Games datang dari atlet asal Jawa barat dan yang membuat pelukan Pak Jokowi dan Prabowo itu atlet asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,' kata Emil.

Oleh karena itu, lanjut Emil, selama lima tahun ke depan ia tak hanya fokus dalam pengembangan infrastruktur, tetapi membawa masyarakat Jawa Barat lebih religius.

'Dan ada bangsa yang maju secara teknologi tapi mereka lemah dalam mental. Saya sempat tinggal di luar negeri menyaksikan ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan religius. Kita berharap Jabar maju pembangunan fisik dan spiritualitasnya,' ujar dia.

Ia mengatakan sesuai janji kampanyenya maka ia dan Uu Ruzhanul Ulum akan mengedepankan inovasi guna menyeragamkan kecepatan pelayanan publik di seluruh wilayah Jawa Barat.

'Kami mohon izin kita akan investasi di teknologi digital, kita yakin Jabar jadi provinsi digital terhebat,' kata dia.
Diberdayakan oleh Blogger.