Sembilan Hektar Sawah Karawang Dipastikan Hilang

PELITAKARAWANG.COM-.Tanggal 24 September kemarin, diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Pejabat dilingkungan Pertanian, memastikan, Karawang akan tetap bertahan sampai 30 tahun kedepan sebagai Kabupaten dengan lumbung padi terbesar di Jawa Barat setelah Indramayu dan Subang.

" Kita itu masih punya 96 ribu hektar lahan pertanian produktif, dan sudah dibuatkan Perda untuk membentenginya, walau harus menyusut sekitar 9 ribu hektar selama 30 tahun kedepan," Kata Kadistanhutbunak Karawang, Hanafi Chaniago .

Lewat Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) Nomor 1 tahun 2018 sebut Hanafi, Karawang dipertahankan diangka sekitar 87 ribu hektar sampai 30 tahun yang akan datang. Ini merupakan komitmen Pemerintah daerah dalam mempertahankan kota ini sebagai salah satu produsen gabah terbesar di Jawa Barat. Tidak hanya disitu, selain lahannya, para petaninya juga dilindungi melalui Perda Nomor 13 tahun 2017 tentang perlindungan pertanian, dimana petani berhak mendapatkan perlindungan saat gagal panen dengan asuransi, maupun pinjaman modal melalui KUR di bank BUMN. Termasuk beragam bantuan infrastruktur yang menopang produktifitas pertanian. " Iya, Pemkab sisakan 87 ribu hektar lahan selama 30 tahun kedepan," Katanya.(25/09/2018).

Lebih lanjut Hanafi menambahkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) ditahun ini didistribusikan untuk infrastruktur damparit yang keuangannya ditransfer langsung ke Kelompok Tani (Poktan), sehingga dengan alokasi dipuluhan titik ini, para petani secara swadaya membangun infrastrukturnya dan bisa lebih memiliki dan bertanggungjawab, ketimbang fisik yang dipihak ketigakan.

Termasuk, saat ini, Dinas juga sedang mengkalkulasi berapa yang dibutuhkan petani di masing-masing UPTD dan Poktan, kaitan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), seperti Transplanter untuk antisipasi kelangkaan buruh tani dan alat lainnya. " Petani di Karawang jumlahnya 110.000 orang, kita sedang hitung untuk kebutuhan alsintan untuk antisipasi kelangkaan buruh tani dan lainnya," Katanya.

Sebelumnya, Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengatakan, LP2B dibuat untuk membentengi lahan pertanian di Karawang, termasuk 9Cilamaya Wetan adalah khusus lahan hijau yang tidak ada toleransi untuk dikembangkan alih fungsi.  Tinggal saat ini, dipikirkan bagaimana para petani bisa sejahtera dan cukup ekonominya, jangan sampai hasil panen habis oleh kurasan tangkulak. Infrastrukturnya juga, sebut Cellica, akan dipikirkan, agar akses -akses petani ini mudah, sebab kalau jalan jelek bisa mengggerek harga gabah dan merugikan petani. " LP2B dibuat sebagai wujud kita untuk mempertahankan pertanian, insya Allah hanya sekitar 9 - 10 ribu hektaran saja yang akan digunakan sampai 30 tahun kedepan," Ungkapnya.
Posting Komentar