• Breaking News

    Tata Kelola TPI Pasir Putih Cilamaya Perlu Pembenahan!!!

    PELITAKARAWANG.COM.-Jadi sentra rajungan dengan kualitas ekspor, potensi besar hasil tangkapan nelayan Pasirputih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, ternyata tidak berbanding lurus dengan pemasukan retribusi yang masuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dibanderol 2,4 persen dalam setiap hasil tangkapan menjadi bagian pungutan retribusi, belum semua nelayan rela hasil tangkapannya menjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang tersebut.(10/9/2018).

    TPI Pasir Putih
     Cilamaya Karawang
    Rukun Nelayan Pasir Putih, Sahari mengatakan, sepekan terakhir TPI Pasirputih kekosongan kepengurusan, karena ditinggal pupus manajernya. Sebelum TPI kembali terisi, ia berharap persoalan klasik kaitan minimnya pemasukan PAD untuk daerah melalui retribusi ini bisa genjot optimal. Sebab, walaupun dibanderol 2,4 persen , nelayan yang melaut setengah bulan di laut Sumatera dan Kalimantan ini, paling hanya memberikan setemgahnya saja. Karena, kas TPI juga selalu defisit untuk biayai dana kematian, perompakan dan kecelakaan kerja para nelayan." Banyak anggapan potensinya besar, iya betul sih. Tapi manajemen dibawah kan susah, sehingga kita kurang berkembang," Katanya.

    Lebih jauh Sahari menambahkan, jika ada nelayan kecelakaan kerja, TPI itu membayarkan Rp 1 juta, perompakan Rp 2 juta dan dana sosial kematian Rp 300 ribu perorang.Sementara, pembayaran retribusi dari hasil tangkapan ini, masih berdasarkan kesepakatan, bukan mengikuti aturan Perda yang ada. Maka wajar sambungnya, dari Rp 60 juta yang ditarget Pemerintah daerah masuk ke PAD dari retribusi TPI Pasirputih pertahun, yang masuk hanya setengah saja sekitar Rp 30 jutaan, bahkan kebanyakan defisitnya untuk biayai dana -dana sosial nelayan. Oleh karenanya, ia berharap, manajemen TPI bisa dibina dan diarahkan sesering mungkin oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) agar benar-benar berdaya." Ditarget Rp 60 juta pertahun saja, kita hanya mampu beri retribusi untuk sumbang PAD cuma Rp 30 jutaan saja," Katanya .

    Saat ini, sambungnya, harga Rajungan tidak dipengaruhi besar oleh kurs Dollar karena harganya stabil dikisaran Rp75 ribu perkilogramnya. Namun, hasil tangkapannya saat melaut dimusim ini, diakuinya masih sepi. " Harga rajungan sekarang ini masih stabil saja, gak ngaruh sama Dollar, walaupun kualitas ekspor,"  Katanya.

    Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang, Sari mengatakan, capaian target PAD dari retribusi TPI ditahun 2016 melampaui karena masuk 105 persen, namun ditahun 2017 menurun 85 persen dan ditahun 2018 ini baru mencapai 55,12 persen, karena tahun sekarang ini belum habis. Disinggung besaran yang ditarget tahun ini, Sari menyebut bahwa Pihaknya mematok target pemasukan retribusi TPI tahun ini sebanyak Rp430.870.000, itu tidak sampai Rp1 Milyar, namun realisasinya masih saja agak sulit sempurna. " Kita target tidak sampai Rp 1 Milyar setahun, tapi realisasi memang acapkali belum sempurna," Katanya. 
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad