Ada Skema Baru Seleksi Masuk PTN 2019

PELITAKARAWANG.COM-.Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019. Proses seleksi penerimaan mahasiswa baru akan dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN, dan melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN. 

“Pada 2019 mendatang, Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) diselenggarakan oleh LTMPT, dan sistem pelaksanaannya pun berbeda. Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan pada 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ujar Nasir dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Oktober 2018.

Pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes, yaitu UTBK dengan dua materi tes, yakni tes potensi skolastik dan tes kompetensi akademik. Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis android sementara masih dikembangkan.

Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri  dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan Seleksi Mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, peserta tes SMPTN 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp200 ribu pada setiap tes. 

Dia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi pada era digital.

Posting Komentar