Anda Sering Begadang Hingga Larut,Ini Resikonya

PELITAKARAWANG.COM - Begadang adalah keadaan dimana seseorang terjaga ketika larut malam. Normalnya waktu tidur seseorang minimal 7-8 jam perhari, tidak kurang atau lebih.

Tidak sedikit Orang yang menyepelekan begadang untuk melakukan aktivitas yang dilakukan. Terlalu seringnya begadang akan meningkatkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan fisik maupun psikis seseorang. Mengapa ? Tidur merupakan waktu tubuh beristirahat untuk memperbaiki sel-sel dan memulihkan kembali fungsi organ tubuh setelah menjalani aktivitas seharian.(06/10/2018).

Seharian beraktivitas penuh menjadi faktor pemicu seseorang seperti pekerja maupun pelajar yang menyebabkan terganggunya waktu tidur mereka. seperti tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kerja lembur atau mendapat shift malam, bagi muda mudi begadang merupakan istilah umum yang yang dilakukan baik belajar atau mengerjakan tugas.Bahkan sampai rela mengisi waktu tidurnya untuk hangout atau bermain. Didukung dengan mudahnya mengakses dengan gadget di zaman modern ini.Dan aktivitas lainnya yang menyebabkan atau mengaharuskan mereka untuk mengurangi jam tidurnya.Terlalu sering begadang,memungkinkan anda menderita penyakit bahkan hingga kematian. 

Dalam jurnal Chronobiology International yang diterbitkan,beberapa masalah kesehatan seperti gangguan neurologis, diabetes, penyakit psikologi dan resiko kematian 10% lebih tinggi terhadap orang yang suka begadang dari pada merekan yang suka bangun pagi.Lebih dari 10.000 dari 433.268 peserta penelitian di inggris meninggal.

Profesor Neurologi di Northwestern’s Feinberg School of Medicine, Kristen Knutson dan salah satu penulis dari penelitian mengatakan bahwa, penelitian sebelumnya menunjukan bahwa orang- orang yang tipe malam cenderung memiliki profil kesehatan yang lebih buruk, tapi ini benar-benar studi pertama yang melihat kematian.

Ada sebuh kasus-kasus kematian dari tahun ke tahun Piala Dunia digelar, Terjadi peningkatan jumlah pasien diberbagai rumah sakit di China.

Pertama, seorang pria di Shanghai bernama Zhou berumur 39 tahun meninggal setelah begadang menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2014 selama tiga malam berturut-turut,diketahui Zhou memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan menderita stroke.

selanjutnya, tidak jauh dari Shanghai, seorang pria di Kota Suzhou yang didiagnosis kelelahan akibat kurang tidur ditemukan meniggal dunia di depan televisinya setelah menyaksikan pertandingan sepak bola Belanda dengan Spanyol.

Pada ajang Piala Eropa 2012, seorang pecandu sepak bola dikabarkan meninggal dunia akibat kelelahan terus-menerus menyaksikan pertandingan dalam turnamen tersebut selama 11 hari begadang. 

Adapun penelitian dengan seorang remaja 17 tahun yang bisa tetap terjaga selama sekitar 11 hari tanpa perlu menghadapi risiko kematian dini atau risiko kesehatan di masa tua.

Randy Gardner juga pernah mencetak rekor dunia tidak tidur selama lebih dari 264 jam. Tahun 2018, Gardner kini berusia 68 tahun dan masih hidup dalam keadaan sehat. Meskipun tidak ditemukan adanya kerusakan permanen, konsekuensi buruk tetap ada. Gardner mulai terlihat murung dan kehilangan koorninasi, termasuk penurunan kemampuan indra penciumannya di hari ke tiga dan berhalusinasi di hari ke lima.

Karyn O’Keefe dari Massey iniversity di Selandia Baru mengatakan bahwa kebiasaan kurang tidur dalam jangka Panjang telah terbukti menyebabkan masalah kesehatan fisik. Dan salah satu studi menegaskan kurang tidur secara konsisten berisiko mengalami kematian lebih cepat dalam 25 tahun ke depan.

Berikut beberapa akibat yang ditimbulkan jika terlalu sering begadang :

1. Gangguan Hormone

a. Hormone Pertumbuhan.
Begadang akan mempercepat munculnya banyak kerutan di sekitar mata. Karena saat seseorang kurang tidur tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormone pertumbuhan, hormone pertumbuhan hanya diproduksi pada saat tidur. Seperti yang di kemukakan oleh Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis, Phil Gehrman, PhD, CBSM dari program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennysyvania, bahwa tidur kurang dari enam jam sehari membuat tubuh banyak melepaskan hormone Stress dan Kortisol yang akan memecah zat kolagen dan protein dalam kulit.

b. Hormone Testoteron.
Hampir 50% orang yang menderita “sleep Apnea” mengalami penurunan gairah sex yang di sebabkan hormone testoteron yang rendah pada malam hari dalam penelitian Journal of clinical Endocrinology & Metabolism yang di terbitkan pada tahun 2002.

c. Hormone Melatonin.
Hormone Melatonin berfungsi mengatur dan memelihara irama sirkadian atau sistem jam biologis tubuh yang berperan penting mengatur waktu tidur dan bangun. Hormon ini akan meningkat tepat pada waktu tengah malam. Hormon ini membantu membunuh sel-sel kanker dan jantung aritmia. Sekaligus berperan dalam aktifitas antioksidan untuk mencagah terjadinya kerusakan DNA karna zat-zat karsinogenik. Jika waktu yang dibutuhkan hormone ini terganggu akibat tubuh tetap di paksa melakukan aktifitas pada waktu hormone ini bekerja, otomatis akan menghambat kerja hormone. 

2. Gangguan Konsentrasi dan Penurunan Daya Tahan Tubuh.
Penelitian di Amerika dan Perancis pada tahun 2009, “Sharp wave ripples” adalah proses yang menjadi penentu kemampuan mengingat pada otak dan seringkali terjadi pada saat tidur yang membantu mengingat memori jangka Panjang. Itulah mengapa ketika bangun, cenderung dalam keadaan pusing, tidak bersemangat, dan lesu. Tubuh juga memerlukan waktu istirahat untuk memulihkan sel-sel tubuh serta membuang racun. Jika waktu istirahat yang dibutuhkan berkurang, maka kerja tubuh menjadi tidak sempurna dan menimbulkan penurunan daya tahan tubuh.

3. Emosional.
Selain dampak fisik yang ditimbulkan, Aspek psikologis juga dapat terganggu. Seseorang dengan jam tidur yang kurang akan menjadi mudah stress, sedih, marah, dan kelelahan pikir hingga menjadi depresi seperti penelitian yang dilakukan oleh Universtas Pennsylvania terhadap 10.000 orang.

4. Risiko Penyakit.

a. Obesitas dan Diabetes .
Obesitas sangat erat kaitannya dengan Diabetes. Kadar gula dalam darah dipengaruhi bagaimana pola tidur, hormone yang mengatur nafsu makan, dan respon otak dengan makanan berkalori tinggi. Terjadi penurunan kadar gula dalam darah ketika sedang tidur, karena digunakan pada proses detoksifikasi. Ketika kurang tidur terjadi penurunan kemampuan sel lemak untuk merespon insulin. 

b. Kardiovaskuler .
Jaringan Kardiovaskuler merupakan jaringan pembuluh darah, dengan kata lain merupakan system peredaran darah yang berfungsi mengantarkan zat-zat dalam darah ke sel dan sebaliknya, yang dipengaruhi oleh organ jantung. jika adanya penumpukan lemak (plak) pada arteri yang dapat menyumbat pembuluh darah dan semakin meningkat seiring waktu seringnya begadang yang akan mempengaruhi kerja jantung.

c. Stroke.
Sudah banyak dilakukan penelitian untuk membuktikan kejadian stroke yang disebabkan oleh kebiasaan kurang tidur. Risiko stroke 15% mengakibatkan kematian dan 50% untuk risiko serangan jantung yang dipublikasikan di European Heart Journal yang dilakukan oleh Warwick Medical School.

d. Alzheimer.
Seorang professor dari Neurology Washington University, mengatakan bahwa adanya peningkatan plak karena adanya penumpukan protein di otak yang biasanya tertimbun 10-15 tahun yang disebabkan karena kurang tidur ini diduga dapat menyebabkan kerusakan sel otak, bentuk yang ditemukan pada Alzheimer.

Safira Novialidya
Meskipun dengan bangun disiang hari untuk mengganti waktu tidur dimalam hari akan tetap menimbulkan efek yang buruk. Memangkas waktu tidur dengan mengesampingkan masalah yang ditimbulkan bisa menyebabkan kerusakan apabila dilakukan terus menerus seiring bertambahnya usia dan faktor lain yang mendukung gangguan kesehatan dan berdampak pada kualitas hidup.Pengaturan kebiasaan, pola makan, waktu istirahat,olahraga,dan memperhatikan kesehatan sangat diperlukan meskipun dihadang berbagai aktifitas.Semakin banyak hal yang dilakukan semakin banyak pula waktu istirahat yang diperlukan.

Karya: Safira Novialidya.

STIKES Jenderal Achamd Yani-Cimahi.
Posting Komentar