Banyak Nelayan Luar Tak Berizin Berada di Perairan Karawang

PELITAKARAWANG.COM.- Maraknya perahu nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut Karawang, ternyata banyak yang belum memenuhi perizinan dokumen yang lengkap. Kondisi semacam ini membuat Polisi Khusus (Polsus) Kementrian Kelautan dan perikanan menyisir perahu- perahu pencari ikan yang didominasi asal Brebes.

Polsus Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, banyaknya Nelayan Andon dari Brebes Jawa tengah yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut Karawang, membuat pihaknya melakukan penindakan dalam rangka pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, karena rata-rata sebutnya nelayan ternyata menggunakan kapal yang tidak di lengkapi perijinan, ia merinci, kalau untuk kapal perikanan Dokumen yang wajib di miliki antara lain

Pas Besar untuk kapal ukuran 7 Grosston keatas dan pas kecil untuk kapal ukuran 1 - 6 GT, kemudian harus memganyongi Surat ijin Usaha perikanan (SIUP), dan Surat ijin Penangkapan ikan (SIPI), dan untuk kapal pendatang atau andon ini 

Wajib hukumnya memiliki SIPI Andon yang di keluarkan dari Dpmptsp Provisni Jawa Barat yang diawali MOU antar Provinsi, " kebanyakan mereka kurang lengkapi izin SIPI, padahal untuk Kapal Andon ini wajib, sebab Brebes dan Karawang adalah beda provinsi ," Katanya.

Adapun sanksi yang di terapkan apabila kapal perikanan tidak memiliki dokumen SIUP dan SIPI sambung Wawan, sesuai Amanat UU Nomor 31 tahun 2004 yang diperbarui UU 45 Tahun 2009 Tentang perikanan, ini bisa di pidana 6 tahun dan denda Rp 2 Milyar sebagaimana diatur dalam pasal 93. Tapi sebelum masuk keranah itu, pihaknya beri peringatan keras untuk tidak mengulangi aktivitas melaut tanpa SIPI dan SIUP, karena bisa dikatakan aktivitasnya walaupun masih di lingkup laut Indonesia, tetap dikategorikan ilegal. " Dalam regulasi kan jelas, kalau tanpa dokumen SIPI dan SIUP ini bisa di pidana dan denda, jadi jangan main-main melaut tanpa izin," Tandasnya.

Anggota Pokmaswas Pasirputih Suheri mengatakan, penertiban yang dilakukan itu sebatas sosialisasi alat tangkap, intinya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan tidak boleh di gunakan seperti arad, pursin waring dan lainnya. Kebanyakan, diakui Suheri, Perahunya dari Brebes, cuma masuknya ke Muara Ciasem . Yang terciduk menggunakan pursin waring 2 kapal dan arad 1 kapal dari arah Blanakan. Penertiban ini hanya sebatas pembinaan dari UPTD PSDKP wilayah Jawa Barat. " Yang di amankan ada 3 kapal, yang intinya masih menggunakan alat tangkapnya juga yang dilarang," Katanya.

Posting Komentar