Calon Kades Diminta Jangan Percaya Cheker dan Penjudi

PELITAKARAWANG.COM - Cheker dan penjudi jelang Pilkades, tentu saja sulit di deteksi siapa dan dari mana sumber dananya. Namun, kadang-kadang, memastikan hasil suara pra pemilihan, sejumlah Cheker diduga juga digunakan sejumlah oknum calon kades untuk memetakan strategi raihan suara dihari H. Namun, hasil yang mendahului demokrasi di TPS, di wanti-wanti untuk di hiraukan sejumlah calon kades.

" Para calon mah Ikhtiar dan kompetisi mah jalan saja, gak usah percaya hasil suara para Cheker apalagi penjudi, karena hasil nyata itu tepat di hari H," Kata Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Kulon, Sandi Hudaya.

Ia menambahkan, Cheker bisa saja di gunakan tenaganya oleh oknum calon kades, atau penjudi dari luar desa, karena menjadi satu dari sekian strategi pemenangan Pilkades. Betul, sulit memang untuk dipercayai, karena survey non ilmiah ini masih dianggap valid karena sifatnya tidak random, tapi semua data kependudukan satu desa dimilikinya. Tapi, hal ini menjadi satu agenda Muspika Kecamatan yang saat berkeliling silaturahmi lintas calon kades, sekaligus memastikan bahwa kondusifitas di desa bisa dijamin dan dijaga stabilitasnya. 

Hindari sedini mungkin riyak yang dapat memicu perpecahan dan gesekan antar calon maupun antar pendukungnya. Biarkan, para Cheker survey, karena tujuan utamanya adalah judi dan yang diuntungkan adalah penjudi. Karena itu, suara yang menentukan adalah hasil di TPS, bukan Cheker, karena demokrasi sekaliber Pilkades sekalipun sifatnya adalah bebas, umum dan rahasia." Orang memilih itu kan rahasia, tergantung di TPS, Cheker sudah punya hasil duluan jangan terlalu dipercaya lah, bisa meleset juga kan, karena yang diuntungkan itu ya penjudinya," Katanya.
Posting Komentar