DF Gadis Dibawah Umur Asal Rengasdengklok Diduga Jadi Korban Perkosaan

PELITAKARAWANG.COM.-Seorang gadis remaja berinisial DF (15) diduga menjadi korban perkosaan dua orang pria. Sebelum diperkosa, korban dipaksa minum miras oplosan.Tragisnya, usai diperkosa, korban dibiarkan dalam keadaan bugil. Warga menemukan gadis malang itu di tempat pembuangan sampah (TPS) Dusun Cikelor, Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok.(01/10/2018).

"DF ditemukan warga dalam keadaan tak berpakaian dan tidak sadar," kata Enin Saputra, kakek korban, yang dikenal sebagai mantan Kepala Desa Rengasdengklok Utara ini.
Enin bercerita, DF diajak nongkrong oleh pria bernama BG. Tapi saat mereka bertemu, BG tak sendirian. Ia datang bersama JN. selanjutnya, kata Enin keduanya mencekoki DF hingga mabuk berat dan tidak sadarkan diri.
“Selesai diduga memperkosa, para pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja. Sesaat kemudian,warga menangkap kedua pelaku dan membawanya ke Polsek Rengasdengklok.Sedangkan cucu saya dibawa ke Rumah Sakit Proklamasi," tutur Enin.

Benar saja, setelah di lakukan visum, pihak dokter memberitahukan kepada keluarga agar membuatkan laporan terkait dugaan pelecehan dan pencabulan, meskipun pada saat itu dokter tidak menjelaskan secara detail apa yg terjadi pada korban dengan alasan etika. Hal tersebut di jelaskan, Enin Saputra.

Enin Saputra
“Saya disini juga ingin berterimakasih kepada Polsek Rengasdengklok yang telah mengamankan dan membawa korban ke RS Proklamasi, dan benar semalam ada musyawarah dengan pihak yang terkait kedua belah pihak dan masalah akhirnya itu mengerucut dengan adanya oknum mediator dalam kasus ini yang menjual nama Polsek Rengasdengklok,karena diketahui adanya uang 1 juta buat anggota Polsek dari orangtua korban yang pada malam selasa lalu dipinta uangnya 1 juta buat anggota polsek buat koordinasi,sedangkan pelaporan pada waktu itu cuma kasus kenakalan remaja yakni pesta miras sehingga pihak Polsek membebaskan kedua pelaku dan belum adanya laporan tentang pencabulan dan pemerkosaan,” jelas Enin, Minggu (30/9).

Menanggapi hal ini, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya memastikan penyelidikan kasus tersebut tidak berhenti. Ia menyatakan masih mendalami keterangan korban dan menunggu hasil visum korban. 

"Keterangan korban masih didalami. kita akan panggil kembali korban dan memanggil saksi untik diperiksa. Kalau benar ada tindak pidananya kita proses tersangkanya," ungkap Kapolres Karawang

"Jadi tidak benar kalau terduga pelaku dibawa ke Polsek Rengasdengklok dan petugas membebaskan kedua pelaku" Kapolres Karawang menambahkan. 

Menurut Slamet,petugas Polsek Rengasdengklok meyakini jika kedua keluarga sepakat berdamai dan tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Saat itu petugas datang ke Rumah Sakit Proklamasi untuk mengecek korban. Di sana ada keluarga korban dan keluarga terduga pelaku. Saat itu kedua pihak sepakat tidak membuat laporan. Alhasil petugas Polsek menunggu. Kalau keluarga buat laporan sih mereka siap. Ternyata mereka membuat laporan di Polres," tutur Kapolres Karawang. 
Posting Komentar