Harus Segera Hentikan Maraknya Perokok di Kalangan Remaja

PELITAKARAWANG.COM -  Rokok merupakan suatu benda yang memiliki zat beracun berbahaya yang dapat mengancam kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan timb ulnya penyakit-penyakit berat seperti kanker mulut, radang tenggorokan, sakit paru-paru bahkan dapat menyebabkan kematian.(03/10/2018).
Bentuk dari rokok itu sendiri yaitu berbentuk slinder dengan diameter kira-kira 10 mm. Dengan membakar bagian ujung lalu menghisap asap rokok dan dikeluarkan kembali lewat mulut atau hidung, itulah cara mengkonsumsi rokok. 

Di dalam rokok terdapat kandungan nikotin yang mempunyai efek candu untuk perokok, dan kandungan ini walau dapat membuat perokok rileks akan tetapi kandungan ini berbahaya karena dapat merusak jaringan otak, mengeraskan dinding arteri, dan dapat menyebabkan darah membeku. 

Adapula kandungan yang berbahaya dalam rokok yaitu karbon monoksida, kandungan ini merupakan bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap kendaraan, kandungan ini dapat berakibat memicu terjadinya penyakit jantung. 

Di Indonesia mengalami ancaman serius akibat peningkatan jumlah perokok, terutama pada kalangan remaja, dimana peringkat perokok pada usia 15-19 tahun meningkat pada tahun 2016 mencapai 54,8% pada perokok laki-laki. Data ini merupakan Hasil Survei Indiktor Kesehatan Nasional (Sirkesnas). 

Delyra Nur Anwar
Banyaknya remaja yang merokok disebabkan oleh faktor lingkungan, di masa remaja biasanya remaja banyak rasa keingin tahuan sehingga membuat mereka ingin mencoba segala sesuatu hal yang baru. Faktor keluarga juga dapat mempengaruhi pergaulan remaja saat ini, seperti kurangnya rasa perhatian orang tua kepada anak, atau terlalu membebaskan anak sehingga tidak mengetahui pergaulan anak sampai dimana.Banyaknya iklan iklan rokok di berbagai media yang dapat dengan mudah di akses sehingga dapat memberikan gambaran kepada remaja bahwa merokok dapat melambangkan ke glamouran sehingga dapat memicu remaja merokok. 

Dampak dari merokok tersebut tidak hanya untuk sendiri (perokok aktif) melainkan dapat membawa buruk bagi orang lain (perokok pasif). Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Merokok saat remaja hanya akan menimbulkan banyak masalah pada usia produktif nya seperti mengganggu performa sekolah dimana remaja yang merokok akan mengalami penurunan nilai yang drastis serta menurunkan kemampuan memori otaknya dalam belajar, akan membuatnya sesak nafas karna merokok setiap hari, akan lebih sulit jika perokok terkena penyakit sulit untuk sembuh, raut wajah atau sosok perokok akan terlihat lebih tua dari usia sebayanya,hal yang lebih parah adalah kecanduan saat perokok memutuskan untuk berhenti maka ia akan mengalami stress,insomnia, mudah marah-marah, dan masalah mentalnya akan terganggu serta lainnya. 

Maka dari itu disini perlu adanya peran orang tua untuk selalu memantau perkembangan anaknya dan harus bisa membatasi pergaulan yang sekarang makin bebas,remaja juga perlu membaca dan melihat video tentang bahayanya merokok sebelum mereka terjerumus untuk merokok,lebih menyibukan diri ke kegiatan yang positif, kegiatannya bisa seperti mengikuti les,kegiatan olahraga, bermusik dan seterusnya atau pun lebih baik dengan terbiasa membudayakan hidup sehat yang bebas dari rokok, dimulai dari orang tuanya yang tidak mencontohkan merokok di depan anaknya. 

Pemerintah juga sudah menerapkan peraturan dan kebijakan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai daerah, dan pemerintah juga sudah menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat seperti melakukan aktivitas fisik,mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok dan lainnya. 

Ayo! Generasi muda indonesia jangan rusak tubuhmu dengan asap rokok!.

Karya :Delyra Nur Anwar .
MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDERAL ACHMAD YANI- CIMAHI.
Posting Komentar