Inilah Solusi Melawan Kekurangan Gizi Kronis

PELITAKARAWANG.COM - Stunting adalah kurangnya gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama juga akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Selain itu gagalnya pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi dan sakit beulang saat masih anak-anak, kondisi seperti ini secara permanen dapat membatasi kapasitas fisik dan dapat menyebabkan kerusakan seumur hidup.(04/10/2018).

Stunting bisa pula diisebabkan oleh malnutrisi kronis dan sakit berulang akibat kurangnya asupan gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Terhambatnya pertumbuhan bayi dan anak-anak akan memberikan suatu efek pada mereka salah satunya adalah pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Berat Lahir
Disebabkan oleh pertumbuhan janin yang tidak memadai dan ibu yang kurang gizi dan kegagalan pertumbuhan dirahim. 

ASI Eksklusif
Memberikan ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan pertama, tidak memberikan makanan dan minuman lain ( susu formula , jeruk , madu , air , teh , makanan padat lainnya seperti pisang , pepaya , bubur ,biscuit ). 

Usia Balita 
Disebabkan oleh jajanan yang ada dilingkungannya, maka asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh anak kurang. 

Jenis Kelamin 
Jenis kelamin menentukan besar kecilnya kebutuhan gizi, karena membutuhkan tenaga protein. Misalnya pria lebih banyak membutuhkan protein dibandingan wanita, karena pria sanggup mengerjakan pekerjaan berat. 

Pendidikan orang tua 
Disebabkan oleh tinggi rendahnya pengetahuan ibu atau orang tua sangat berpengaruh untuk perawatan kesehatan pada saat hamil dan setelah melahirkan.Selain bisa pula disebabkan kekurangan pangan karena gizi anak berpengaruh pada pertumbuhan tubuh. 

Riset Kesehatan Dasar di tahun 2013 telah mencatat prevalensi stunting nasional mencapai angka 37,2 persen, meningkat dari tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia. 

Wulan Sari Septiani Gumilar
Akibat Stunting berupa anak dapat mudah terserang penyakit dan berisiko terkena berbagai penyakit saat dewasa seperti diabetes, jantung, kanker dan stroke. Bahkan stunting juga bisa berujung pada kematian. 

Atas dasar diatas maka harus ada tindakan prefentive berupa mempercepat penurunan stunting oleh pemerintah agar tidak banyak yang mengalami kematian. 

Karya: Wulan Sari Septiani Gumilar.
STIKES Achmad Yani Cimahi
Posting Komentar