Katanya PGRI Karawang Kesulitan Pungut Iuran Guru

PELITAKARAWANG.COM. - Sejak para ASN Guru gajinya langsung di terima di rekening masing-masing tanpa transit di kantor perbendaharaan Koorwilcambidik, Pengurus PGRI mengaku kesulitan pungut iuran wajib dari para anggotanya tersebut, walaupun hanya Rp10 ribu perbulannya. (21/10/2018).
Uus Usmara
Kata Ketua PGRI Cabang Lemahabang, Uus Usmara, hari guru akan kembali diperingati 25 November nanti, bahkan di Lemahabang akan mulai start kegiatannya pada 10 November. Namun, selama setahun terakhir, duit iuran anggota yang biasa di potong Rp10 ribu setiap kali gajian yang transit di Koorwilcambidik, saat ini sudah beda cerita. Sebab, semua ASN guru gajinya sudah tidak transit lagi dikantor, tetapi langsung ke rekening masing-masing, artinya, ini jadi menyulitkan pihaknya menagih kalau gajinya langsung diterima para guru. Namun, demikian, mau tidak mau, pihak PGRI harus memburu para guru untuk membayar kewajiban pokoknya secara manual dengan tim yang sudah dibentuk dan akan keliling ke sekolah-sekolah, apalagi saat ini, hari guru yang membutuhkan biaya sekitar Rp50 jutaan untuk kegiatan di Kecamatan, dibutuhkan segera, disamping pihaknya mencari sponsorship." ya para guru sudah punya rekening masing-masing, jadi kita bentuk tim untuk kewajiban pokok penagihannya, apalagi mau hari guru, " Katanya.

Lebih dari itu, sambungnya, kadang-kadang, anggota PGRI memilih langsung memberikan iurannya ke PD PGRI Karawang, itu biasanya dilakukan anggota guru di tingkat SMP dan SMA yang memang jarang tersentuh soal iuran ini oleh Cabang, Padahal di Lemahabang sendiri, sambung Uus, kegiatan hari guru akan di isi dengan tournamen olahraga, seni modern dan tradisional  dan puncaknya jalan sehat bersama pada 25 Novembernya. " Kita start kegiatan hari guru itu pada 10 November nanti, semoga saja banyak pemasukan dana untuk suksesi hari guru ini," Katanya.

Lebih jauh,Uus menambahkan, anggota guru dari SD sekitar 300 orang saja yang bisa diandalkan untuk sama-sama sukseskan hari PGRI ini. Jika ASN biasa iuran ke PGRI Rp10 ribu, honorer guru hanya setengahnya, yaitu Rp5 ribu perbulannya. Termasuk, dua-duanya ada tambahan Rp2 ribu untuk giat dana sosial." Karena SMA dan SMP seringnya setor ke PGRI Kabupaten, ya yang paling kita andalkan adalah kontribusi iuran dari para guru SD saja," Pungkasnya.
Posting Komentar