Kelompok Tani Karawang Garap Langsung Damparit Kementan RI

PELITAKARAWAMG.COM.-  Kementrian Pertanian (Kementan) guyur program pengadaan bendungan atau yang akrab disebut Damparit dengan besaran Rp 60 - 100 jutaan pertitik. Sarana infrastruktur pengaturan saluran air saat musim hujan dan kemarau tersebut, digarap langsung Kelompok Tani (Poktan) sasaran. Salah satunya, lima titik di tiga desa di Kecamatan Lemahabang tahun ini.(07/10/2018).

Ketua Kelompok Tani Senggol Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang, Atam  mengatakan, damparit adalah singkatan dari Dump dan Parit yang kata lainnya biasa disebut bendungan kecil. Tahun ini, sarana infrastruktur yang dimanfaatkan bagi pengaturan pengairan sawah dimusim hujan dan kemarau tersebut, mengguyur lima titik di Lemahabang, selain di Pulojaya dua titik, juga ada dua titik di Desa Pulokalapa dan satu titik di Desa Karangtanjung. Semua anggarannya langsung dari Kementrian Pertanian yang didistribusikan langsung ke rekening para Kelompok tani  dan dibagi dalam tiga tahap. Kebetulan, anggaran untuk Damparit di Dusun Tanjungsari RT02/05 Desa Pulojaya ini, jumlahnya Rp 69 juta dengan rincian tahapan Rp 27 juta ditahap 1, kemudian Rp20 juta tahap 2  dan Rp20 juta ditahap tiga. " Ada lima titik di Lemahabang, yang di kita satu titik itu Rp69 juta, dibagi tiga tahap," Katanya.

Lebih jauh Atam menambahkan, dari anggaran Rp 69 juta tersebut, Poktan Senggol bangun Damparit di Kalen Waru yang diharapkan bisa cukup air saat kemarau dan tidak banjir saat hujan, utamanya bagi sawah seluas 50 hektaran. Sebab, bangunan setinggi 1,9 meter, lebar jarak 4,5 meter dan panjang 23 meter tersebut, akan di pasangi alat pengaturan air besi untuk membendung dan membuka air sesuai kebutuhan.  Bahkan, dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sarana yang digarap Poktan ini, diharapkan tuntas sekitar sebulanan, walaupun sebutnya dari setiap tahap, harus ada lampiran Surat Pertanggungjawaban (SPJ)nya." Yamg cair kita baru tahap 1, agar cepat sesuai hari kerja, kadang kita talangi dulu sebagiannya," Katanya.

Ia berharap, dengan program Damparit ini, selain bisa menyelamatkan lahan pertanian, juga membangun kepercayaan lebih dalam pihak Kementan pada kelompok tani yang ada dilapangan, agar bisa lebih berdaya. " ini kepercayaan Kementrian , jangan kita sia-siakan demi sarana pertanian di desa-desa," Katanya.

Posting Komentar