Kepala Kemenag Bantu Rehabilitas DTA Nurul Huda Tempuran

PELITAKARAWANG.COM.- Kepala Kementrian Agama tinjau langsung DTA Nurul Huda Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran yang ambruk Jumat lalu. Didampingi Wakil Ketua DPRD Sri Rahayu Agustina dan Camat Tempuran, DTA induk yang kini siswanya terpaksa belajar di pelataran Musala tersebut, kontan diberikan bantuan rehabilitasi Rp50 juta kepada Kepala DTA dilokasi tersebut.(17/10/2018).


Kepala Kemenag Karawang H Sophian mengaku prihatin, karena di era saat ini masih ada potret madrasah rusak hingga ambruk semacam ini, bukan apa-apa, hal ini tentu terjadi karena Madrasah DTA ini kepemilikan  adalah dari dan untuk masyarakat. Karenanya, DTA Nurul Huda ini menjadi satu potret sisi lain DTA yang ada di Karawang, sebab, dari 1.050 yang tersebar di 30 Kecamatan, bangunan DTA kurang lebih sama kerusakannya seperti di Nurul Huda ini, ia titip lembaga-lembaga pendidikan agama ini kepada KUA setempat untuk selalu sigap melaporkan kondisi DTA dan juga MI, MTs dan MA yang ada di Karawang. Apalagi, DTA ini tidak seperti Madrasah atau Sekolah Negeri misalnya, yang setiap 5 tahun sekali misalnya dapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah, karena DTA ini murni dari masyarakat, bahkan dibangun juga kebanyakan ditahun-tahun yang sudah lawas." Kita prihatin, sebab sekarang ini ternyata masih ada madrasah ambruk, ya memang lembaga ini adalah milik masyarakat yang dipelihara dan perhatikan masyarakat," Katanya .


Sophian menambahkan, mengungkapkan keprihatinannya, ia datangi langsung lokasi DTA Nurul Huda, hasilnya sebut Kemenag, memang miris, selain siswanya harus belajar di Musala, lembaga yang juga menaungi TPQ ini harus bersabar menanti rehabilitasi bangunan dua Rombel yang kabarnya sudah dikosongkan satu semester terakhir. Karenanya, Pihak Kemenag, berikan stimulan bantuan  langsung tunai kepada pihak DTA Rp  Rp50 juta.Tentu, ini tidak cukup, tapi sambungnya,  ini bisa jadi pemancing untuk tambahan dari sumber lainnya, baik dari Aspirasi, PUPR maupun bagian Kesra Karawang. Semoga, sebutnya,  bantuan tersebut walaupun sedikit, setidaknya bisa meringankan beban, jangan sampai anak-anak terlantar belajar dan KBM bisa kembali ." Kita beri bantuan tunai Rp50 juta sebagai stimulan saja, semoga bisa tergerak dari instansi lainnya untuk sama-sama membantu meringankan beban siswa DTA yang jumlahnya hampir 90 an ini," Katanya.
Posting Komentar