Paket C Ingin Kuliah Dari Kuota Beasiswa RP 5 Milyar

PELITAKARAWANG.COM.- Pemkab Karawang selalu menggemborkan beasiswa untuk anak-anak Karawang berprestasi, bisa berlanjut sekolah bahkan menikmati bangku perkuliahan. 

Hal itu juga yang membuat ngiri para siswa paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asolahiyah Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, mereka berharap bisa memiliki hak yang sama untuk berlanjut ke perguruan tinggi dari dana beasiswa tersebut.

Supriyati misalnya, siswa kelas XII Paket C PKBM Asolahiyah mengatakan, duduk di bangku kuliah tentu menjadi mimpi yang membuatnya pesimis bisa sampai, alasannya karena memang ketiadaan biaya ditengah keterbatasan ekonomi dari keluarga. Dirinya sebut Suryati, juga ingin jika Pemda ada perhatian bagi lulusan Paket disubsidi beasiswa ke bangku perkuliahan. Jujur, ia ngiri saja jika beasiswa milyaran hanya dimiliki oleh siswa dari lulusan SMA/SMK bonafit dengan dalih prestasi saja, sementara dirinya yang sekolah di lembaga non formal tidak pernah ada lirikan. Karena atas dasar itu sambungnya, besar harapannya, beasiswa yang dimaksud juga diberikan kesempatannya bagi siswa lulusan Paket C sepertinya. " kalau ada beasiswa jelas kita ingin kuliah, kita kan sama dengan lulusan pada umumnya, tapi kenapa gak ada kuota buat lulusan paket ,? " Tanyanya.

Senada dikatan siswa PKBM lainnya, Sri Wulan Anggraeni,  menurutnya kalau ada kesempatan baginya bisa berkuliah dari beasiswa Pemkab tersebut, tentu hal itu tidak akan disia-siakannya. Walau ditengah keterbatasan ekonomi, beasiswa itu bisa menjawab harapannya bisa duduk di bangku kuliah kalau diberi kesempatan. Ia janji, akan fokus berkuliah pada bidangnya, mengkaji dan bisa membuktikan prestasi akademik saat kuliah. " Kalau ada kesempatan mah, gak bakalan di sia-siakan," Katanya.

Ketua Forum PKBM Karawang, Heru Saleh menuturkan, Pemkab memang sudah dia dengar menaruh perhatian besar pada para pelajar Karawang dengan menjatah Rp5 Milyar untuk program beasiswa. Hanya saja, secara teknis, belum banyak yang ia tahu peruntukan beasiswa tersebut, apakah untuk siswa berprestasi yang miskin, atau memang pelajar yang memiliki keahlian akademik maupun non akademik. Tapi, terlepas dari hal itu, beasiswa Rp5 Milyar itu, memang belum sampai menyentuh pada siswa Paket maupun lulusannya. Andaikata ada kesempatan, pihaknya ingin berkoordinasi lebih lanjut, agar kuota Rp5 Milyar untuk 100 pelajar tersebut, bisa diberikan kuota 20 persennya kepada siswa Paket C yang inginkan kuliah di kampus tujuan. " Secara teknis sih belum banyak yang kita tahu, tapi boleh dong kuotanya juga buat siswa paket," Katanya.

Kalau 20 persen itu disetujui, sambung Heru, berarti setiap PKBM memiliki hak yang sama untuk mendapati siswa yang akan dikuliahkan tersebut antara 1 - 2 orang per lembaga. Ia berharap, ini bisa menjadi perhatian serius Pemkab, soal pengadaan beasiswa ini lebih menyentuk ke lembaga non formal seperti PKBM ini. " Ya kita harapkan PKBM dapat kuota saja dulu, kita juga kan lembaga pendidikan, yang memiliki hak sama mendapati beasiswa," Katanya.

Posting Komentar