Pemkab Karawang Gandeng PT Organics Bali Kurangi Sampah di Jalupang

PELITAKARAWANG.COM,- Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan adendum perjanjian dengan PT. Organics Bali di Lantai 2 Kantor Bupati Karawang, Kamis(11/10).

Dalam hal ini, DLHK menggandeng PT. Organics Bali untuk mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Jalupang, yang dinilai telah overload.

"Banyak yang menawari kita (perusahaan) untuk mengelola Jalupang yang saat ini sudah overload. Tetapi setelah kita lakukan kajian dengan tim kerja sama pemda. Maka kita sepakat untuk memilih PT. Organics Bali," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan .

Ia mengatakan dalam setiap hari pemerintah daerah hanya mampu mengangkut 370 ton sampah dari total 900 ton sampah rumah tangga setiap harinya.

"Kita hanya mempunyai 61 unit kendaraan untuk mengangkut seluruh sampah ke TPAS Jalupang. Meski hanya sebagian tetapi kondisi Jalupang saat ini sudah overload," katanya.

Untuk mengatasi TPAS Jalupang yang membludak, DLHK pun bekerjasama dengan PT. Organics Bali yang dinilai mampu mengelola sampah tersebut menjadi energi terbarukan.

Perusahaan tersebut, mampu mengelola sampah menjadi briket untuk pengganti batu bara. Sampah rumah tangga yang masuk ke dalam Jalupang, dikatakannya, melalui teknologi refuse derived fuel (RDF) bisa mengurangi sampah yang sangat signifikan.

"Dari sampah yang ada di Karawang itu bisa dihasilkan 30 persen bahan bakar. Kemudian sisanya bisa digunakan untuk produk organik lainnya," ucapnya.

PT. Organics Bali siap melakukan investasi hingga US$ 1 juta. Mereka hanya membutuhkan lahan 5.000 meter dan sampah yang diangkut oleh pemerintah.

"Alat produksi mereka membutuhkan sampah dalam satu hari itu 600 hingga 1.000 ton. Untuk menutupi kekurangan itu, kita akan mengajak pihak industri yang menghasilkan sampah non B3. Untuk ikut dikelola, tetapi saat ini masih dibahas seperti apa aturannya," terang dia.

Ia menargetkan perusahaan itu bisa beroperasi pada bulan Juni 2019. "Saat ini baru melakukan kajian awal dan adendum kerjasama," pungkasnya.
Posting Komentar