Pentingnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC

PELITAKARAWANG.COM-,TBC merupakan salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. (04/10/2018).

Menurut data terbaru yang di publikasi WHO (World Health Organization), pada tahun 2017 diperkirakan ada 1.020.000 kasus TBC di indonesia. Namun baru terlaporkan di kementrian kesehatan sebanyak 420.000 kasus.

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit paru menular, termasuk dalam peringkat 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Disebabkan oleh basil Mycrobacterium tuberculosis, penyakit ini dapat menular melalui titik-titik kecil air liur penderita TB aktif yang batuk, dan terbawa melalui udara kemudian terinhalasi (terhirup) oleh orang yang sehat namun tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus penyakit ini.

Dari data yang dimiliki WHO pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar peringkat negara dengan kasus baru TBC terbanyak di dunia.

PENYEBAB TUBERKULOSIS (TBC).

Mycrobacterium Tuberculosis adalah penyebab utama penyakit TBC. Menyebar di udara melalui titik-titik kecil air liur pengidap tuberkulosis aktif yang batuk. Namun proses penularan TBC tidak semudah penyebaran flu atau pilek karena umumnya membutuhkan jangka waktu.

Seringnya seseorang berinteraksi dengan penderita TBC, sangat beresiko tertular penyakit ini, contohnya, salah satu anggota keluarga yang mengidap TBC beresiko tinggi untuk menularkan penyakit ini kepada anggota keluarga yang sehat.

TBC juga akan berpotensi menular pada kelompok orang tertentu seperti:

• Orang yang tinggal di pemukiman padat penduduk dengan kualitas sanitasi lingkungan yang buruk (kumuh). 

• Pada penderita HIV, kanker, diabetes, dan kurang gizi.
• Pengguna narkotika. 

• Orang candu miras. 

• Perokok aktif. 

• Petugas medis yang terapapar dengan pengidap TBC secara terus menerus. 

TANDA DAN GEJALA:

Perlu diketahui, gejala umum penyakit TBC yang terjadi di masyarakat diantaranya ada dua jenis sebagai berikut:

A. PADA TB PASIF
Dalam kondisi ini, seseorang memiliki infeksi TB tetapi bakteri dalam tubuh tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. TB jenis ini tidak menular tetapi dapat berubah menjadi aktif jika tidak dilakukan pengobatan. Sehingga pengobatan sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penularan TB.

B. PADA TB AKTIF 
Kondisi dimana seseorang mengalmi sakit dan dapat menular pada orang yang sehat. TB dapat aktif pada minggu pertama setelah terinfeksi atau terjadi pada tahun berikutnya. 

Beberapa tanda dan gejala pada TB aktif: 

• Batuk –batuk dan bisa menjadi batuk berdahak yang berlangsung selama 21 hari atau lebih.
• Sesak nafas yang disertai sakit pada dada saat bernafas atau batuk .

• Menurunya berat badan .

• Demam disertai menggigil. 

• Berkeringat berlebih pada waktu malam hari .

• Kelelahan .

• Batuk berdarah .

Jika mengalami gejala-gejala diatas, segera kunjungi pihak medis dan melakukan pemeriksaan sebagai langkah atau upaya yang tepat sebelum dugaan mengidap TBC semakin parah, sehingga dapat diambil tindakan yang tepat untuk mnyembuhkannya. 

BAHAYA YANG DAPAT DITIMBULKAN

Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh TBC bisa saja menyebabkan komplikasi ketika tidak ditangani secara cepat, tepat atau bahkan tidak dilakukan tindakan pengobatan. Adapun komplikasi tersebut diantaranya: 

• Kerusakan organ dalam 

Organ dalam yang dimaksud adalah ginjal, hati, sum-sum tulang belakang dan selaput otak manusia. Kegagalan fungsi organ dapat terjadi apabila terinfeksi bakteri TBC. 

• Kerusakan paru-paru 

Kerusakan yang terjadi pada jaringan paru-paru dapat menyebabkan penderitanya batuk berdarah. Bakteri yang sudah masuk ke dalam tubuh sangat mudah menyebar pada bagian tubuh lain. 

• Kebal pada obat-obat tertentu 

Umumnya pengobatan TBC dilakukan dengan pemberian antibiotik dalam jangka waktu yang panjang. Namun sayangnya, pada kasus-kasus tetentu TBC yang sudah lama tinggal di dalam tubuh penderitanya tidak lagi mengenal jenis obat dan dapat menyebabkan penderita menjadi kebal terhadap pengobatan. 

• Mengganggu aktivitas sehari-hari 

TBC yang sudah parah dapat menginfeksi tulang dan persendian. Umumnya ditandai dengan rasa nyeri, pembengkakan, bernanah, dan kerusakan sendi yang sudah parah. Hal ini menyebabkan penderita TBC kehilangan kekuatan untuk melakukan segala aktivitasnya sehari-hari.

Tuberkulosis atau TBC sebenarnya dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi BCG (Bacillus Calmette-guerin) yaitu, memberikan vaksin BCG kepada bayi berusia dibawah 2 bulan sebagai uapaya melindungi diri dari TBC.Bisa juga dicegah dengan selalu menggunakan masker saat berada di tempat umum ketika berinteraksi dengan orang yang menderita TBC,serta selalu menjaga personal hygine atau kebersihan diri seperti cuci tangan pakai sabun secara terartur (dikhususkan untuk pekerja medis).Tidak hanya itu,tercukupinya asupan nutrisi yang baik dari makanan yang sehat dan komposisi gizi seimbang dapat membantu dalam proses melawan infeksi penyakit TBC. 

Dengan menerapkan pola makan sehat, penderita TBC turut membantu tubuh dalam melawan infeksi sehingga penderita bisa cepat sembuh dari TBC.

Perbaikan asupan nutrisi yang baik dapat dilakukan Sebagai upaya melawan infeksi bakteri TBC, berikut nutrisi penting yang dibutuhkan oleh penderita TBC.

• Kalori

Kalori (energi) adalah kebutuhan nutrisi yang penting dan wajib terpenuhi untuk penderita TBC. Asupan kalori akan membantu meningktakan kekebalan tubuh penderita. Penderita TBC dengan BB kurang dapat memperburuk kondisinya.

• Protein

Protein dapat membantu kekebalan tubuh,memperbaiki sel tubuh yang rusak sehingga tubuh mampu melawan infeksi dengan lebih baik. Dapat diperoleh dari bahan makanandaging tanpa lemak, telur, susu dan olahanya, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian.

• Vitamin dan mineral.

Dibutuhkan dalam jumlah banyak pada penderita TBC.sebagai upaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi TBC. Vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh diantaranya:

Seng Berperan penting dalam melawan infeksi dan radikal bebas, berperan dalam metabolisme vitamin A.

Seng didapat dari bahan makanan diantaranya: daging ayam, kerang, kepiting, lobster, kacang mede, jamur, bayam, brokoli, bawang putih, susu dan produknya, coklat hitam. 

• Vitamin A

Berkaitan dengan seng.Keduanya memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan TBC.

Vitamin A diperlukan dalam fungsi limfosit T dan B, aktifitas markofag dan antibodi. Semua itu merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. 

Kebutuhan asupan vitamin A meningkat pada penderita TBC akibat ekskresi dan metabolisme yang meningkat di dalam tubuh, vitamin A didapat dari bahan makanan: wortel, tomat, bayam, ubi, selada, asparagus, seledri, hati sapi, ati ayam, telur, mangga, semangka. 

• Vitamin D

Berperan melawan infeksi vitamin D dapat diperoleh dari bahan makanan Jamur, minyak ikan, ikan (utamanya makarel dan salmon), susu dan produknya, kuning telur.

• Vitamin C

Kandungan vitamin C banyak mengandung antioksidan yang berperan melawan radikal bebas. Dari hasil penelitian terbukti bahwa kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi proses penyembuhan penyakit TBC.

Vitamin C dapat diperolehdari sumber makanan diantaranya: dari buah-buahan seperti (stroberi, melon, jambubiji, pepaya,jeruk0 dan dari sayuran seperti (paprika, tomat, brokoli).

• Zat besi

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penderita TBC memiliki kadar hemoglobin yang rendah dibandingkan dengan orang sehat. Penderita TBC membutuhkan lebih banyak zat besi sebagai upaya mencegah anemia. 

Sumber bahan makanan yang dapat diperoleh dari daging merah dan sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi).

• Selenium

Evan Ery Dian Deny
Selenium berperan penting untuk menjaga kekebalan tubuh, dan menjadi salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh tubuh. Selenium dapat diperoleh dari sumber makanan diantaranya (seafood, ikan, daging, roti, biji bunga matahari/kuaci, dan jamur). 

Karya :Evan Ery Dian Deny
STIKES Jendral Achmad Yani -Cimahi
Posting Komentar