SMP Satu Atap Digarap Asesor Akreditasi?

PELITAKARAWANG.COM-,Sekolah berbasis negeri dan swasta dengan jumlah murid banyak, fasilitas lengkap dan jumlah guru yang memadai,mungkin tidak akan kaget saat digarap asesor Akreditasi.Namun, sebaliknya, SMP dengan status Satu Atap (Satap) mau tidak mau harus rela digarap Akreditasi ditengah segala keterbatasan yang ada. Bahkan, absen mengikuti akreditasi, izin operasional dan pengadaan bantuan operasional sekolah (Bos) terancam di cabut.(01/10/2018).

Kepala SMP Satap Tempuran, Acep Sujana S.Pd mengatakan, baru genap sebulan ia menjabat Kepala SMP Satap, dirinya sudah harus dihadapkan dengan akreditasi, karena anjuran pemerintah semua sekolah yang belum akreditasi harus digarap segera,karena jika absen atau menolak akreditasi, izin operasional dan stimulan bantuan terancam dicabut.

Memang,akreditasi yang sudah dilakukan tim asesor asal Kabupaten Kuningan semingguan terakhir, pada dasarnya baik. Namun, persiapan bagi sekolah dengan jumlah siswa yang hanya 57 anak dan guru 13 orang yang semuanya non PNS, sudah barang tentu menjadi keluhan tersendiri baginya. Apalagi, fasilitas untuk memenuhi 8 indikator standar dari asesor tersebut, diakuinya masih cukup berat. " Kita sudah digarap semingguan terakhir, ya siap-tidak siap seadanya saja," Katanya.

foto adalah Ilustrasi
Dari sejumlah pertanyaan dan survey asesor, sebut Acep, semuanya dicocokkan dan berharap bisa menyandang predikat minimal B dari Badan Akreditasi Provinsi( BAP),meskipun melihat sarana diakuinya masih jauh dari harapan, sebab selain berdiri diatas lahan milik pemerintah desa Jayanegara, juga guru-gurunya masih atur jadwal dengan SD di samping sekolah.

Ia tidak tahu,apakah setelah akreditasi nanti para siswanya yang 17 orang kelas IX ini bisa melaksanakan UNBK mandiri, atau masih nebeng ke sekolah lain ?,Yang jelas,sambungnya,orang dan masyarakat masih akan melihat fasilitas, prestasi dan jarak kaitan keberadaan sekolah,bahkan menjadi acuan memasukan anaknya ke sekolah ."Kita ini berdiri bangunan diatas lahan milik desa, tapi apapun itu kita sudah melaksanakan yang baik."kata mantan Kepala SDN Dayeuhluhur 1 ini.
Posting Komentar