Tarik Ulur Rekrutmen Ratusan Tenaga Kerja PLTGU Cilamaya

PELITAKARAWANG.COM - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilamaya, semakin disorot masyarakat Cilamaya. 

Realisasi pekerjaan Sutet 118 Transmisi Karawang - Bekasi dengan kontrak 36 bulan itu, mulai menuai polemik. Salah satunya, tarik ulur rekrutmen ratusan tenaga kerja lokal Karawang yang dibutuhkan kontraktor dari Samsung C&T, General Elektrik (GE) dan PT Meindo selama proyek pengadaan listrik 1.736 Megawatt berlangsung.

Disela-sela sosialisasi publik bersama puluhan Muspika, Kepala desa dan tokoh se Kecamatan Cilamaya. Project Control PLTGU Jawa 1, Widiana mengatakan, transparansi rekrutmen tenaga kerja ini perlu dilakukan, karena pihak perusahaan memiliki kewajiban untuk menginformasikan hal ini sebagaimana yang tertuang dalam UU Ketenagakerjaan yang di keluarkan pemerintah, karena segala sesuatunya harus dilakukan dan dikomunikasikan dengan pemerintah lokal dan Kecamatan. Ini dikomunikasikan lagi untuk diatur dalam satu pintu untuk mempermudah melakukan pendataan dan pelaporannya, baik ke Pemerintah maupun ke manajemen. 

Disinggung pelaporannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Widia mengaku bahwa sejak start pekerjaan, pihaknya sudah melakukan komunikasi, karena laporan kaitan ini masih dalam proses dan bertahap. 

Tentunya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja cukup banyak, yang jumlahnya masih fluktuatif dan sesuai kebutuhan masing-masing kontraktor tiga perusahaan, kalau dirata-ratakan sekitar ratusan dan ia juga jamin, masyarakat Cilamaya akan jadi prioritas. Namun soal rekruitmen ini, pihak perusahaan tentu menginginkan terstruktur, dan secara formal.  " Kecamatan nanti yang akan membentuk forum yang dipilih semua pihak, yang akan kerjasama dalam proses rekrutmen. Dengan demikian, rekrutmen terarah, agar tidak ada lagi protes dan suara Sumbar, baik pemerintah masyarakat, " Katanya.

Disinggung soal waktu, Widia mengaku sejauh ini  masih proses pembicaraan dengan Kecamatan, karena sejauh ini masih  prosea dan bisa ada alternatif lainnya, tinggal di diskusikan dalam forum bentukan Kecamatan ini, terserah sebut Widia, nanti teknis forum ini mau seperti apa, dimusyawarahkan yang kiranya bisa menyatukan gagasan dan pemikiran soal rekrutmen tenaga kerja. 

" Skop pekerjaan itu kan berbeda-beda, jadi yang ahli dan sesuai kebutuhan setiap kontraktor kaitan kualifikasinya," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Karawang, Suroto mengatakan, Sesuai Perbup Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perluasan Kesempatan Kerja,  bahwa setiap informasi dan perekrutan tenaga kerja dilaksanakan melalui mekanusme 1 pintu di Disnaker. Apa yang dilakukan pihak kontraktor PLTGU Jawa 1 yang melibatkan organisasi tingkat kecamatan sebagai pintu masuk rekruitmen tenaga kerja, pihaknya belum detail mendapatkan informasinya, tapi yang jelas, kalau tanpa satu pintu sebutnya, ada kekeliruan, karena apapun itu harus satu pintu melalui Disnaker, yaitu dengan alur HRD Perusahaan - Disnaker kemudian ke Pencari kerja, tidak ada yang melalui Kecamatan.  Atas dasar informasi ini, sebutnya, pihaknya berencana panggil pelaksananya untuk clear-kan persoalan ini. "Di Perbup kan jelas satu pintu melalui Disnaker soal rekrutmen mah, kalau demikian kita akan panggil dulu," Katanya.
Posting Komentar