Pedagang Pasar Cilamaya Mulai Kosongkan Kios

PELITAKARAWANG.COM - Masa Pengosongan Kios lama Pasar Cilamaya  mulai 6 - 20 November berakhir. 

Para pedagang Existing secara bertahap sudah nampak mengangkut barang-barang jualan dan material limbah bekas yang masih layak di lapaknya untuk di pindah ke lokasi pasar sementara yang disediakan pengembang PT Barokah Putra Delapan (BPD), namun demikian sebagian pedagang lainnya tidak sedikit juga memilih lokasi yang dibuat sejumlah pihak di luar pengambang di lokasi tak jauh dari pasar sementara.

Salah seorang pedagang, Ajiz mengatakan, pedagang existing termasuk istrinya sudah berpindah dari lokasi pasar lama, karena memang batas akhir pengosongannya sampai 20 November. 

Namun, sebagian pedagang sebutnya, ada yang menempati lokasi lain dengan sistem kontrak, dan itu dilahan luar pengembang PT Barokah Putera Delapan. Terlepas dari hal itu, perpindahan dari lokasi lama ini masih terus berangsur selama semingguan ini, mengingat ada beberapa pedagang yang baru membenahi lokasi lapaknya di pasar sementara, baik yang sedang ngeramik, meninggikan maupun memindahkan barang jualannya dari lokasi yang lama ke yang baru. "Iya, saya sedang benahi lapak tempat lokasi nanti berdagang 3 tahun kedepan, sementara yang lain sudah ada yang pindah dan mengosongkan lapak yang lama, " Katanya.

Pedagang buah pasar Cilamaya, H Asep mengatakan, dirinya memiliki 12 kios di pasar lama, sangat tidak memungkinkan jika harus menempati lapak-lapak yang disediakan pengembang Pasar Cilamaya yang menurutnya sempit untuk menampung buah-buahan yang butuh lahan agak luas. Sehingga, ia memilih ngontrak di lahan depan minimarket arah Blanakan, yang luasnya belasan meter dengan harga Rp 30 jutaan pertahun. Ini sebutnya, dibayarkan kepada pemilik lahan diluar pengembang PT Barokah Putra Delapan, karena memang dirinya tidak mau membayar booking fee dengan sistem kredit tanpa toleransi dalam waktu dekat ini. 

Karenanya, ia lebih memilih mengontrak lahan saja selama 3 tahun untuk berdagang, sebab jujur, akhir-akhir ini, pihaknya sepi pembeli, sehingga tidak memungkinkan menempati TPS yang disediakan pengembang dengan sistem Booking Fee yang uangnya tidak besar dimilikinya. "Iya saya sudah pindah, tapi tidak di TPS pengembang, melainkan di lahan sewa kontrak depan minimarket arah Blanakan, pertahunnya Rp30 juta," Katanya.

Diakui Asep, situasi pedagang jelang selama tahapan relokasi ini sedang ramai, sebab banyak tempat, lahan dan bangunan yang menjamur di luar PT Barokah Putra Delapan (BPD), di satu sisi memang jadi menyulitkan pembeli, karena lokasi pedagang jadi terpisah- pisah, di lain sisi, memang TPS yang disediakan PT BPD, tidak semuanya memungkinkan pedagang masuk semua karena alasan biaya. Akibatnya, baik yang sama pengembang, maupun yang oleh swasta (lahan pribadi yang dikontrakkan), ujung-ujungnya banyak juga yang tidak terisi. " Lokasi pedagang jadi terpisah-pisah, ncla - nclo dimana-mana, nanti jadi bikin bingung pembeli, sudah mah sepi ," Katanya.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Cilamaya, Andy AY mengatakan, 80 persen lebih TPS yang disediakan pengembang PT BPD sudah terisi setelah pedagang mulai bertahap perpindahan dari lokasi pasar lama jelang pembangunan. 

Saat ini, pasar dilokasi existing sudah cenderung sepi, karena pedagang sudah banyak yang berpindah. Disinggung banyaknya lahan TPS dadakan yang menjamur disediakan diluar PT BPD, Andy AY tidak menampiknya, kondisi ini tentu membuat jarak antar pedagang berjauhan, ada yang di TPS pengembang, ada pula yang di TPS sewa kontrak lahan orang dibeberapa lokasi. " TPS pengembang sudah terisi 80 persen,  tapi banyak yang di koordinir gak satu pintu diluar PT BPD, " Katanya.


Tim Marketing PT Barokah Putra Delapan Karno Sudarmo sebelumnya mengatakan, tanggal 6 -20 November adalah masa pengosongan, dan masa pemindahan diberikan waktu sejak tanghal 13 - 30 November. Pedagang yang existing sudah 90 persen masuk ke TPS pengembang PT BPD yang totalnya sebanyak 347 kios, baik di Blok A, Blok B, dan Blok C. Diakui Mantan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya ini, tidak sedikit spekulan marketing yang membuat TPS di luar pengembang, tapi itu adalah haknya, mau di TPS pengembang atau TPS di luar dengan sistem sewa, kalaupun ada kekurangan luas lapak yang disediakan pengembang yang hanya 2 × 2 meter, namanya juga tempat sementara, tidak mungkin memenuhi sempurna semua keinginan. 

" Iya masa pengosongan 13 - 30 November, banyak spekulan juga yang membuat TPS diluar pengembang, tapi itu hak, biarin saja," Katanya. 
Posting Komentar