Tujuh Petani Cilamaya Tersambar Petir, Satu Orang Meninggal

PELITAKARAWANG.COM - Dueer, enam buruh tani yang berteduh dari hujan dibawah pohon tanggul sawah Cilayar Desa Tegalurung Kecamatan Cilamaya Kulon Selasa (6/11) siang terpental enam meter dari tempatnya duduk. Ternyata, hujan deras disertai petir, membawa petaka bagi mereka yang hendak mengangkut gabah yang sudah dikarungi. Pasalnya, petir dan gledek menghantam pohon tempat mereka berteduh sekitar pukul 14.30 WIB. Spontan saja, selain membuat shock berat, satu dari enam buruh tani tersebut, meninggal seketika.

Amud, korban selamat Sambaran petir mengatakan, saat kejadian dirinya bersama buruh tani lainnya bernama Nanang, Sidi, Warpin, Alex dan Alim. Posisinya saat itu sudah basah kuyup akibat guyuran hujan, karena sebelumnya ia bersama buruh tani lainnya tengah mengarungi gabahnyaa sudah di panen, hanya saja ia ditutupi lapisan karung sehingga tidak terlalu basah kuyup.

Namun, sama-sama berteduh ke arah timur dibawah pohon. Dirinya tidak menyangka, petir langsung menyambar tempat duduk para buruh tani termasuk dirinya, sampai-sampai dirinya dan yang lain terpental 3 meter. 

Seketika itu juga, ia tidak ingat apapun, karena tidak sempat shock dan tak sadarkan diri bersama enam korban lainnya, beruntung dirinya bergegas bangun dan meminta pertolongan setelah sadar melihat buruh tani lainnya yang terbujur kaku di irigasi. 

Bahkan, Katar, meninggal dunia." ya kita sama-sama berteduh dibawah pohon Gempol, seketika petir terang dan gledek kita gak sadarkan diri, " Katanya.

Dari enam orang itu, dirinya bisa dikatakan paling agak mendingan, karena selain tidak shock dan hanya pingsan saja, sebab yang lain sangat shock berat , badan kaku, gelap mata hingga pendengaran telinga tidak normal. Sementara, Katar dikabarkan sudah meninggal dengan kondisi sekujur tubuhnya dipenuhi lumpur paska terpental. " Semuanya dari  Desa Sukamulya pak, yang lain shcok berat dan badan kaku, kalau saya masih Alhamdulillah," Katanya.

Pasca kejadian tersebut, Amud mengantarkan pulang satu persatu dan meminta bantuan kepada warga setempat untuk mengevakuasi korban. Sementara Jenazah Katar langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Prako RT 12/04 Desa Sukamulya." Ya paska kejadian, saya langsung ikut evakuasi korban lainnya," Katanya.
Posting Komentar