Waspada! Pelanggan Telkomsel Sering Kena Modus Penipuan Ini


PELITAKARAWANG.COM - Kasus penipuan melalui telepon dan SMS yang mengatasnamakan Telkomsel kian marak. Setidaknya, sepanjang tahun ini ada 13 ribu pelanggan yang melaporkan penipuan tersebut kepada customer service operator anak perusahaan plat merah ini.

Dari sekian banyak modus penipuan, pelaku sering meminta informasi kode verifikasi atau One Time Password (OTP) di aplikasi yang dikirimkan melalui SMS.

"OTP ini sering disalahgunakan. Pelaku sering menelpon korban untuk meminta OTP untuk masuk ke MyTelkomsel," kata Vice President Digital Experience & Business Insight Telkomsel Tuty R Afriza di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Kode verifikasi atau OTP ini dikirim dari Telkomsel, apabila akan masuk ke akun MyTelkomsel yang diakses lewat jaringan terbuka (WiFi), berganti perangkat, sampai menggunakan nomor operator lain.

Bila pelaku sudah masuk ke MyTelkomsel, maka ia bisa leluasa mengakses berbagai fitur yang tersedia di fitur tersebut, mulai dari beli paket internet, beli pulsa, memberi hadiah, beli voucher game, sampai redeem point.


"Biasa kerugiannya tidak melebihi Credit Limit Service (CLS), ya paling besar itu nggak sampai Rp 1 juta, kalau lebih akan kita batasi dan kita kirim notifikasi kepada pelanggan," sebut Vice President Customer Care Management Telkomsel Andri Wibawanto di kesempatan yang sama.

Telkomsel tak menyebutkan berapa pelanggannya yang tertipu karena mengumbar OTP ke orang lain. Mereka hanya mengungkapkan kalau dari Januari sampai Oktober, kasus penipuan secara keseluruhan ada 13 ribu laporan dari pelanggan.


Selain meminta OTP, modus penipuan lainnya berupa pelanggan dirayu untuk memberikan koden pembelian layanan Telkomsel yang terkirim melalui SMS.

Untuk itu, Telkomsel terus mengingatkan kepada para pelanggan agar tidak memberikan OTP dan data transaksi lainnya kepada orang lain. Telkomsel sendiri tak pernah meminta data-data tersebut kepada pelanggan.

"Data diri, password, atau kode tersebut harus selalu dijaga kerahasiannya, seperti halnya pin ATM atau bank," pungkas Andri.

Sumber : detikinet
Posting Komentar