2019, Kecamatan Paling Repot Urus Administrasi Desa

PELITAKARAWANG.COM- Sistem Keuangan Desa (Siskudes) yang offline 2 tahun terakhir, sudah di wajibkan online di semua desa di Karawang. Namun, penerapan Siskudes yang seharusnya berjalan sejak 2016 lalu ini, disebut-sebut bakal membuat pekerjaan Pemerintah Kecamatan menumpuk. Pasalnya, ajuan, monitoring, evaluasi kegiatan dan pelaporan semua dana transfer desa, akan menjadi garapan Kecamatan. Sementara di Kabupaten, hanya menerima laporan kurang dari 5 lembar saja seperti Fakta Integritas, berita acara dan syarat pencairan.

" Iya nanti kan semuanya konek lewat Siskudes online, posisi Kecamatan ya pasang badan, karena akan menerima banyak laporan itu di Kecamatan," Kata Kasie Pemerintahan Kecamatan Lemahabang Juanda Syafari.

Menurutnya, offline 2 tahun seharusnya sudah bisa berjalan sempurna menjalankan Siskudes, karena se Indonesia, rata-rata Kabupaten/kota di Jawa Barat paling banyak yang belum menerapkan Siskudes.Karenanya, Kasie Pemerintahan Kecamatan, Kasie Pemerintahan Desa dan Bendahara Desa rencananya akan di Bintek di Jogjakarta pada 17 Desember ini kaitan administrasi keuangan tersebut. Untuk dengan Siskudes, pada dasarnya mang lebih mudah, tapi cukup akan membuat repot kecamatan, sehingga monitoring dan verifikasinya harus benar-benar proporsional, sehingga apapun yang terjadi di desa, baik Inspektorat maupun BPK nantinya akan garap dan evaluasi Pemerintah Kecamatannya dulu. " Jadi kita pasang badan untuk desa-desa, karena monitoring dan verifikasi hingga laporan itu jadi garapan kita kedepan," Ungkapnya.

Juanda berharap, pemerintah desa bisa jalin kerjasama dengan Kecamatan dimana setiap laporan dan anjuran hingga regulasi yang ada bisa di jalankan sesuai koridornya. Dirinya juga meminta desa berhati-hati input data dalam Siskudes, dimana semua RAB, realisasi dan laporan harus sesuai, karena koneknya sudah online hingga Kabupaten, Provinsi dan Pusat. " Dengan diterapkannya Siskudes, kita harap profesionalisme pemerintah desa terjaga, semuanya harus semakin koperatif," Katanya.

Kades Tegalsari, Awang Wibisono mengatakan, sebagai mantan Sekretaris Desa (Sekdes) yang di tatar setiap pelatihan Siskudes, diakuinya sistem ini lebih akurat, fleksibel dan memudahkan pelaporan dibandingkan sistem manual. Ia pikir, semua pemerintah desa sudah siap menjalankan Siskudes ditahun depan karena materi dan konsepnya sudah di Diklat menyeluruh sejak 2016. " Ya memang dengan sistem jadi lebih fleksibel sih, akurat juga jadi desa di didik lebih profesional," Ungkapnya.

Diberdayakan oleh Blogger.