Sabtu, Desember 29, 2018

Bantuan Masyarakat Untuk Pembangunan Jembatan, Disalahgunakan Aparat Desa Kutaampel

 

PELITAKARAWANG.COM - Berniat membantu memuluskan jalan atau handle jembatan yang berada di Dusun Lolohan 1 Rt 09/03 Desa Kutaampel, masyarakat Dusun Lolohan 2 Rt 12/03 di buat kecewa oleh oknum aparat Desa Kutaampel. Pasalnya, bantuan dana sebesar RP 10 juta yang di berikan kepada aparat desa, digunakan tak sesuai dengan peruntukannya.

Di katakan Irin (68) warga Dusun Lolohan 2, menantunya sengaja memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 10 juta kepada aparat Desa Kutaampel untuk membuat handle jembatan. Tujuannya, selain untuk kepentingan umum, juga agar kendaraan roda empatnya tak bergesekan dengan kondisi jembatan yang sengaja di tinggikan untuk menghindari penyumbatan sampah di saluran irigasi dibawahnya.

Namun, dana Rp 10 juta yang di serahkan kepada aparat Desa Kutaampel untuk membuat handle jembatan di nilai tak di gunakan dengan baik.

"Sampai saat ini kondisinya masih tak banyak berubah, kondisi antara jembatan dan jalan masih tinggi," katanya, beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menyebutkan, awalnya, menantunya tersebut hanya akan memberikan bantuan sebesar Rp 8 juta, namun oknum aparat Desa Kutaampel yang di ketahui Kaur Pemerintahan Desa Kutaampel meminta di bulatkan menjadi Rp 10 juta, dengan alasan untuk pembayaran pekerja. Bahkan, sempat meminta Rp 20 juta, namun tak di gubris.

"Itukan bukan kepentingan menantu saya aja, itu kepentingan umum. Saya rasa cukup dengan uang segitu, bahkan mungkin lebih," ucapnya.

Ditempat berbeda, salah seorang warga setempat, Sukardi Bangkok (46) menyayangkan apa yang dilakukan oknum aparat desa tersebut, masalahanya dana sumbangan tersebut bukan hanya kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan umum. Dirinya menyebutkan, jika pembangunan jalan/handle jembatan tersebut tak sesuai dengan dana yang di terima.

"Untuk membangun jalan atau handle jembatan ini saya kira gak kurang dari Rp 3 juta, itu juga itungannya kalau pakai spek yang paling bagus. Boleh lah mengambil keuntungan, tapi lihat situasi dong, minimal di bangunkan dengan baik, karena untuk kepentingan umum," tegasnya.

Dirinya pun mengatakan, jika kinerja oknum aparat desa terus seperti ini, bukan malah baik, justru akan mengurangi rasa kepercayaan dari masyarakat Imbasnya, sulit untuk di percaya kembali.

"Harusnya bersyukur dapat bantuan, bangun lingkungan dengan baik, jangan malah mengambil kesempatan dalam kesempitan," pungkasnya.

Sementara, saat Kepala Desa Kutaampel di hubungi via seluler untuk di mintai keterangan, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Menurut informasi yang di himpun, permasalahan tersebut belum sampai diketahui Kades.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top