Gertakan Kades Lebih Ampuh Dari Musrenbang

PELITAKARAWANG.COM.- Rencana pembangunan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) menjadi agenda tahunan pemerintah desa dan Kecamatan. Setiap tahun, input sarana fisik yang rusak dan prioritas ajuan, di layangkan lewat kegiatan Musyawarah yang melibatkan sejumlah pihak tersebut. Tapi sayangnya, ajuan tinggalah ajuan, karena mayoritas yang di harapkan realiasasi, justru nihil, kecuali dengan gertakan Kades langsung ke para pejabat terkait yang memaksa realisasi.

" Buat apa sih Musrenbang, seremonial saja. Bukan sekali dua kali pengajuan yang utama mah di input, mana hasilnya, pak Camat juga tahu sendiri kan," Sesal Kades Kedawung H Endang Zaelani.

Menurut Endang,forum yang baik selevel Musrenbang, hasilnya selalu nihil dan di cueki Pemkab. Hasilnya, fakta di lapangan, ajuan di Musrenbang itu kalah dengan melototnya para Kades di dinas semisal PRKP dan PUPR, bahkan aspirasi anggota DPRD.

Betapapun sistemnya sudah bagus melalui e planning dan sistem internet dalam memasukan ajuan, tetap saja, alasan anggaran dan di alihkan ke desa atau Kecamatan lain, selalu mewarnai jawaban hasil ajuan Musrenbang tersebut. Karena itu, bisa di lihat dari pembangunan di desanya saja misalnya, rata-rata, kebanyakan realisasi fisik itu bukan dari ajuan Musrenbang realisasinya, tapi dari hasil kerja keras Kades melototi pejabat Pemkab, baik urusan drainase, jalan maupun aspirasi DPRD. Maksud dari melotot itu bukan secara verbal, tapi menjemput bola langsung dengan pejabat terkait, " Kalau kades gak melotot dan lincah, wah bisa di bayangin deh berapa yang realisasi di desa-desa," Katanya.

Endang menambahkan, kondisi seperti ini seharusnya jadi perhatian, jangan sampai di Bappeda itu selalu menekankan agar Kades input data-data fisik yang prioritas, tapi sudah muncul data di cueki dan tidak dibangun. Jadi artinya, untuk apa data itu dibuat, kalau kenyataannya tidak di realisasikan, padahal para kades dan Kecamatan itu di arahkan ikuti kegiatan Musrenbang tersebut sebagai turunan dari kebijakan. " Prioritas mah di input terus, dikira mau realisasi, eh nihil terus," Sesalnya.

Camat Lemahabang, H Hamdani S.Ip mengatakan, Musrenbang itu kebijakan yang tetap harus dilaksanakan, terlepas soal ajuan nihil atau tidak, tugas semua pihak adalah mengamankan kebijakan Bupati. Memang, sebutnya, ajuan kadang tidak sesuai dengan hasil, tapi tetap, kegiatan yang dianjurkan harus dilaksanakan, tinggal pilah mana prioritas dan non prioritas. " Ya memang kadang ajuan gak ada hasil, tapi tetap Musrenbang itu forum yang harus dilaksanakan ," Katanya.

Tidak ada komentar