Gorol Berburu Tikus, Dafat Ular Sawah

PELITAKARAWANG.COM - Puluhan Petani di Golongan air 2 Dusun Sentul II Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang, kompak berburu tikus. 

Kegiatan gropyokan di musim persemaian paska pengolahan tanah itu, digelar karena hama tikus ini mengancam pertanaman di usia vegetatif dan generatif. Hanya, saja selain mendapati ratusan tikus, para Petani yang di dampingi Kades dan perangkat desa ini, tak jarang mendapati ular Welang di tegalan.

Mahmud, Ketua Gapoktan Pulojaya mengatakan, gropyokan ini rutin dilakukan petani, kali ini berlokasi di tegalan sawah Pasir Maung Dusun Sentul II. Bersama ratusan petani di Kelompok Karya Tani dan Apur, kegiatan kalagumarang memburu tikus sawah tersebut, berhasil menjaring ratusan tikus sawah yang bersarang di tanah-tanah tegalan dan mematikannya. 

Walau dengan alat pemukul, cangkul dan pompa air untuk memancing tikus keluar sarang, tapi kegiatan Kalagumarang ini sukses membuat tikus tidak berkutik. Sebab, di masa persemaian, keberadaan tikus, sangat mengancam pertanaman mati atau gagal tanam, apalagi di golongan air 2 ini, para petani sudah pengolahan tanam dan start persemaian. 

"Tikus kan ancam pertanaman, volumenya banyak dan harus diberantas ya salah satunya dengan Kalagumarang ini," Katanya.

Mahmud menambahkan, sawah di tegalan selain banyak sarang tikus, jenis binatang melata semisal ular berbisa juga tak jarang ditemui petani. Buktinya, sebut Mahmud, selama Kalagumarang Jumat pagi sampai siang, petani berhasil menciduk 4 ular Welang berukuran besar dengan penjang 1,5 meter, walau sangat berbisa dan membahayakan, tapi beberapa petani cenderung ada yang menjadi pawangnya, sehingga saat keluar lubang, ular tersebut langsung di keroyok dan di tangkap. 

"Selain tikus, petani juga keroyok ular-ular sawah di tegalan ini, gede-gede lagi," Katanya.

Penyuluh Pertanian Desa Pulojaya, Kinkin Kurniawan mengatakan, di Golongan air 2 ini, air sudah masuk dan mulai start masa persemaian dan pertanaman. Hama tikus, mengancam tanaman mulai usia vegetatif maupun generatif, hingga bisa mengancam gagal tanam, bahkan gagal panen. 

Banyak cara memberantas tikus, mulai dengan pengasapan belerang, hingga Kalagumarang semacam ini. Sementara ular, sebutnya, sebenarnya adalah musuh alami karena jadi pemangsa tikus, tapi membahayakan bagi keselamatan para petani. "Ular itu musuh alami, tapi membahayakan keselamatan petani walaupun banyak ular di tegalan itu lazim,," Pungkasnya.

Kades Pulojaya, Solehudin mengatakan, Kalagumarang ini adalah kegiatan yang di inisiasi kelompok tani, penyuluh dan pemerintah desa. 

Selama pertanaman mengancam akibat serangan tikus, maka kegiatan Kalagumarang ini harus kompak di ikuti semua pihak, mulai dari petaninya, perangkat desa maupun penyuluhnya langsung. 

Ia berharap, dengan Kalagumarang ini, selain bisa meningkatkan kekompakan antar petani, juga menyelamatkan sawah-sawah petani dari ancaman hama yang satu ini. "Yang terpenting itu kompaknya,semua bertanggungjawab atas kelancaran pertanaman petani," Pungkasnya.

Tidak ada komentar