SMAN Lemahabang In House Training Triwulan Akhir

PELITAKARAWANG.COM-. Disaat para siswa tengah bebas Class Meeting menunggu pembagian raport. Sebanyak 50 guru dan TU SMAN 1 Lemahabang ikuti kegiatan In House Training (IHT) Senin 10/12. Program kegiatan peningkatan kualitas guru dan pembinaan karakter siswa berupa ESQ tersebut, memasuki triwulan akhir ditahun 2014 ini.

Kepala SMAN 1 Lemahabang, Hj Lilis Saidah mengatakan, IHT merupakan program peningkatan kualitas guru dan pembinaan karakter siswa berupa ESQ, disamping juga penyusunan program Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2019 melalui saran dan masukan rencana kegiatannya. Sebab, IHT kali ini digelar di triwulan akhir tahun 2018 yang di ikuti semua guru dan TU di SMAN Lemahabang. Diharapkan sebut Lilis, melalui kegiatan ini bisa lebih peningkatan Kualitas KBM, pelayanan pada anak lebih baik, tenaga siswanya juga semakin berkualitas atau mengajar bagus dan tidak asal, juga guru bisa lebih profesional dan lebih mampu menerapkan metode pelajaran, utamanya yang sesuai tema IHT kali ini. " Jadi jangan teori saja, karena Kurtilas diarahkan jadi konsep sehingga harus lebih baik aplikasinya," Katanya.

Dr Dirgantara Wicaksono, Narasumber IHT di SMAN 1 Cilamaya mengatakan, karena temanya adalah Kurtilas Revisi Scientiefick Approach, maka ia sampaikan adalah Kaitan proses penerapan kurtilas dan penelitian ilmiah. Dengan Kurtilas, sebenarnya memang memperkuat guru-guru dalam aplikasinya, karena pembelajaran saat ini, punya tantangan besar kedepan dalam menghasilkan para lulusan yang produktif. karena menghadapi. Apalagi, yang di hadapi saat ini adalah Likuid Sosiologi dan kebebasan revolusi industri, sehingga harus ada aplikasi konsep kurtilas yang tersampaikan tantangannya. Salah satunya karakter, dimana guru jangan jadikan siswa objek saja, tapi harusnya bisa jadi subjek yang terpartisipasi motivasi pembelajarannya, sehingga sebut Dirgantara, para siswa lebih kritis dan kreatif, apalagi dalam rangka mensukseskan Bonus demografi. 

Dengan pembelajaran ini sebutnya, SMAN 1 Lemahabang diharapkan lulusannya tidak nganggur, walaupun bukan latar belakang SMK. " Jadi kita arahkan agar bisa di maksimalkan potensi sumberdaya dan enterpreneur yang mendukung generasi produktif," Katanya.

Dirgantara menambahkan, metode penyampaian sendiri di isi dengan dialog interaktif dan terapkan model-model penerapan aplikasi, tentunya melalui 5 M, yaitu mengumpulkan Informasi, Menanyakan, Mengkomunikasikan, menawar dan membuat Jejaring. Sehingga, output dari IHT ini bisa terus diterapkan , utamanya realisasi Kurtilas secara holistik dan tidak sermonial, tapi dengan model tersusun dengan baik, dalam hal perencanaan pembelajaran yang matang, jangan lagi ada sebutnya, guru paste di internet, tapi kiranya bisa membuat sesuai dengan analisisnya. " Kurtilas harus diaplikasikan secara holistik dan tidak seremonial belaka," Ungkapnya.

Diberdayakan oleh Blogger.