Awas DBD!! Fogging Tak Bisa Membunuh Nyamuk

PELITAKARAWANG.COM-. Kasus DBD di Indonesia kian meningkat. Per 29 Januari 2019 dilaporkan ada sebanyak lebih dari 13 ribu kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 133 orang. 

Status waspada digaungkan Kementerian Kesehatan kemarin (30/1) demi menepis kemunculan istilah wabah atau KLB (kejadian luar biasa). 

Berbagai upaya dikerahkan termasuk fogging yang diprakarsai dinas kesehatan maupun mandiri. Namun Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes mengingatkan bahwa fogging hanya satu dari sekian upaya yang bisa dilakukan. Langkah ini tak akan efektif tanpa langkah penyerta lainnya. 

"Fogging itu hanya untuk nyamuk dewasa. Jadi kalau kita lakukan fogging saja, kita tidak lakukan pemberantasan sarang nyamuk, si jentik nyamuk yang ada sampai 300-450 ekor dia akan berkembang jadi nyamuk dewasa," ujar Nadia saat temu media di press room Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1). 

Lebih lanjut lagi ia berkata foggingmerupakan langkah penyemprotan insektisida. Penggunaan fogging otomatis tak boleh berlebihan.  

Fogging perlu disertai langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pemberian larvasida untuk membunuh jentik nyamuk dan gerakan 3M Plus. Gerakan 3M sudah banyak diserukan dalam berbagai kesempatan dan media termasuk media sosial. 

Gerakan ini dapat dimulai dari rumah yakni, menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk. 

Orang tak boleh melupakan tempat penampungan air di belakang kulkas atau tempat penampungan air di bawah keran dispenser. Bahkan pot bunga dan 'ketiak' tanaman. Bagian-bagian ini kerap luput dari perhatian. 

Di samping itu terdapat langkah Plus yakni menaburkan bubuk larvasida pada wadah-wadah yang sulit dibersihkan, misalnya water torrent (tabung penampung air). Ada pula cara alami untuk memberantas jentik nyamuk yakni dengan memelihara ikan pemangsa jentik misalnya ikan cupang. 

Nadia juga mengingatkan untuk tidak membiasakan diri menggantung pakaian. Apalagi di musim hujan, menggantung baju yang dirasa masih layak pakai bakal berpotensi jadi sarang nyamuk. Tanpa sadar rumah bisa jadi sarang nyamuk karena kebiasaan sepele ini. 

Sementara itu Kemekes mentapkan status kewaspadaan untuk kasus DBD kali ini. Dari 13ribu lebih kasus, wilayah Jawa Timur memiliki kasus terbanyak yakni sebanyak 2.657 kasus dan jumlah kematian mencapai 47 jiwa. 

"Surat edaran juga sudah dari November kita ingatkan. Kemudian surat edaran dari Dirjen untuk memberi dukungan pada provinsi-provinsi seperti larvasida, alat fogging dan kita berikan penyuluhan," imbuhnya.

Diberdayakan oleh Blogger.