Fingerprint Bagi Guru Mahal di Karawang

PELITAKARAWANG.COM-Tahun 2019 ini,  tatap muka guru PNS dan Kepsek berdasarkan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 wajib 40 jam dari biasanya 30 jam seminggu. Disaat siswa pulang, siang, para guru PNS diwanti-wanti untuk tetap di sekolah sampai Pukul 14.30 siang, jika tidak, sertifikasi yang selama ini diterimanya, terancam di sunat bahkan di hapus pemerintah pusat.

Ketua PGRI Kecamatan Tempuran, Suganda S.Pd mengatakan , wajib tatap muka 40 jam itu resmi diberlakukan per 1 Januari setelah menempuh tahapan uji coba sejak Juli - Desember 2018. Sehingga, per 1 Januari, kepsek dan guru PNS, wajib berada disekolah sampai pukul 14.30 setiap hari. Hanya saja keluh Suganda, belum semua sekolah memiliki pengadaan Finger Print yang sudah terkoneksi ke Kementriannya, sebab, selain anggarannya mahal Rp3,5 juta nan jauh melampaui RAB dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), sehingga beberapa SD masih belum punya Finger print, ada juga sebut Ganda, yang sudah ada tapi masih belum nyambung ke Pusat, sehingga efektifitas tatap muka 40 jam itu masih belum optimal. Tapi memang, sebutnya, konsekwensi jika ada kepsek dan guru PNS Bolos sebelum pukul 14.30 sore, sangat mempengaruhi pada sertifikasi yang selama ini diterimanya, bisa disunat, bahkan mungkin di hapus jika sering tidak masuk. " Persoalannya kan belum semua punya Finger print, ada yang punya juga belum koneksi," Katanya.

Kepala SDN Pulojaya 1 Ojat Darojat mengatakan, Sekolahnya sudah memiliki finger print, tapi teknisnya masih belum mengkoneksikan ke Kementrian, sehingga sampai saat ini belum efektif. Entah kapan sebut Ojat, Fingerprint yang sudah dibelinya itu aktif untuk memenuhi arahan Permendikbud tersebut. " Saya sudah punya di sekolah, tapi belum bisa koneksi juga sampai sekarang malah," Keluhnya.

Kabid SD Disdikpora Karawang H Supandi mengatakan, uji coba Permendikbud soal tatap muka 40 jam seminggu sudah di uji coba sejak Juli - Desember,  pemberlakuannya mulai Januari ini. Untuk itu, para Kepsek di imbau agar segera membeli teknologi fingerprint agar bisa optimal. Sebab, kinerja l, kedisiplinan dan absensi itu akan langsung terhubung dengan Pusat. Kalau dirinya sebagai pejabat Struktural, pentingnya finger print itu mempengaruhi pada TPP Daerah besarannya dan potongannya, tapi absensi 40 jam tatap muka ini, dipastikan pengaruhi sertifikasi guru yang selama ini diterimanya, bisa di potong, atau bahkan di hapuskan, itupun tentu menggunakan standar, misalnya lebih limit waktu 7 - 8 kali tidak hadir tanpa keterangan apapun di sekolah. " Iya hati- hati, cobalah upayakan semuanya itu punya Finger print, diberlakukan kan tahun ini juga," Pungkasnya.

Tidak ada komentar