Tidak Absen Fingerprint ,Tamsil Guru Honorer Bakal Dipotong

PELITAKARAWANG.COM. - Bukan hanya Guru berstatus PNS yang terancam sertifikasinya dihapus jika tidak absen finger print,namun Tambahan Penghasilan (Tamsil) guru honorer yang malas absen dan bolos tanpa keterangan juga siap-siap terdampak, menyusul aturan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 soal tatap muka 40 jam seminggu.Demikian diungkapkan Kepala SMPN 2 Cilamaya Wetan Dudi Heryanto S.Pd.

Terusnya,pihak sekolah sudah membeli Finger Print dari pengadaan Operasional Sekolah (BOS) menyusul terbitnya Permendikbud nomor 15 tahun 2018 soal tatap muka guru 8 jam di sekolah setiap harinya. Ini dikoneksikan oleh operator sekolah, sehingga data yang masuk langsung terkoneksi ke Dapodik. Ada dan tidak ada fingerprint, guru PNS yang bolos atau tidak masuk 3-5 hari berturut-turut atau komulatif setiap bulan tanpa keterangan, maka sertifikasinya hilang.Bahkan, sebelumnya cuti haji 40 hari, sertifikasi hilang 3 bulan, hanya saja sejak ditahun 2018 , penghilangan sertifikasi itu bagi ASN yang berhaji untuk kali kedua saja, sementara yang berhaji satu kali tidak ada penghapusan sementara sertifikasinya. " Ada atau gak ada finger print, bolos ngajar tanpa keterangan 5 hari berturut-turut atau komulatif, tetap di hapus sertifikasinya, " Katanya..

Selain ASN,sebut Dudi, Tamsil bagi para honorer guru juga mungkin siap-siap di potong jika tidak absen Finger print, karena bagi honorer ini akan koneksi langsung dengan Pemkab, sehingga teknis pemotongan tamsil ini sama dengan honorer di Instansi lainnya, apakah rekeningnya berkurang atau bagaimana dirinya juga belum tahu detail. Untuk itu, pendidikan absen tepat waktu dan wajib tatap muka 40 jam seminggu bagi guru disekolah, sebenarnya sangat efektif dan positif diberlakukan, bagi SMPN 2 Cilamaya wetan ini tidak jadi soal, karena mayoritas pengajar baik PNS maupun Honorer banyak berasal dari asli Cilamaya sendiri. Sehingga tidak ada kesulitan, bahkan disaat finger print tutup pada pukul 07.15, guru-guru sudah stand by di sekolah sejak pagi buta, itu ikut menjadi contoh yang baik bagi para siswa,sehingga siswa juga jadi datang ke sekolah semakin pagi." Kalau kita yang PNS ngaruh kesertifikasi, tapi yang honorer gak absen, pengaruhnya ke Tamsil di potong," Ujarnya.

Merubah kebiasaan memang bukan perkara mudah, sebut Dudi, tapi dengan pembiasaan disiplin bisa lebih baik dan memberi contoh positif bagi para siswa. Walaupun dalam edaran pemberlakuan Syah pada 2 Februari ini, tapi pihaknya akan membiasakan terlebih dahulu finger print yang sudah tersedia agar jadi kebiasaan. " Berlakunya sih 2 Februari, tapi kita latih kebiasaan dulu saat ini," Pungkasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.