TKN Jokowi Soal Isu Nelayan Karawang Dipersekusi: Sandiwara Tidak Benar-benar Terjadi

PELITAKARAWANG.COM - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, membantah mempertanyakan cawapres Sandiaga Uno soal pertanggungan nelayan di Karawang menjadi korban persekusi. Pernyataan itu disampaikan Sandiaga dalam debat capres perdana, Kamis (17/1) lalu.

Hasto memastikan apa yang disampaikan Sandiaga adalah hoaks alias kebohongan. Kasus nelayan Karawang, menurutnya, mendapat panggung lebih besar, yaitu panggung debat capres-cawapres.

Kasus itu juga mengingatkan Hasto dengan hoaks sebelumnya saat Sandiaga ditolak oleh pedagang pasar di Sumatera Utara. Menurut Hasto, penolakan itu disetting oleh tim Sandiaga.

"Terbukti Bupati Karawang melakukan koreksi (dugaan persekusi) ternyata di dalam debat yang terjadi SandiwaraUno. SandiwaraUno tidak benar-benar terjadi," kata Hasto di sela-sela Safari Kebangsaan VI di Situbondo, Jawa Timur, Minggu (27/1).

Hasto mengatakan kubu Prabowo-Sandi sangat memuja lagu 'Panggung Sandiwara' yang pernah dipopulerkan penyanyi Nicky Astria.

"Mereka memuja lagu 'dunia ini, panggung sandiwara'. Kalau kita, panggung rakyat itu panggungnya," ujar Hasto.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah bisa melihat mana yang putih dan mana yang hitam atau mana penyebar hoaks dan bukan. Banyaknya yang berasal dari kubu Prabowo-Sandiaga, lanjut Hasto, membuktikan bahwa kubu paslon 02 tidak memiliki program.

"Tidak ada program makanya (sebar) hoaks," tambahnya.

Dia mencontohkan bahkan para habaib sudah beralih ke umat mana calon yang baik bukan penyebar hoaks, mana yang tidak. Hal itu terbukti kompilasi untuk para habib di Situbondo, Jawa Timur, mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Para habaib mengatakan selama ini kami diam tetapi pada akhirnya bergerak karena hoaks dan fitnah menutup mata. Akhirnya, Jokowi-Kiai Ma'ruf yang harus didukung bersama," kata Hasto.

Sebelumnya dalam debat perdana, Sandiaga bercerita hasil blusukannya ke 1.000 titik di Indonesia. Dari kunjungan itu, dia miris mendengar cerita penambang pasir di Karawang yang mendapatkan persekusi dan intimidasi. Sandi menyebut masalah ini tak tertangani oleh aparat.

"Dalam kunjungan saya ke 1.000 titik yang membuat kita miris. Pak Najib, di Pantai Pasir Putih, Karawang. Dia mengambil pasir untuk menanam bakau, dia mendapatkan persekusi. Dia tidak terpantau, terpantau hanya yang besar-besar saja," ungkap Sandiaga.

Merespons klaim Prabowo-Sandi, Jokowi menyebut persaudaraan dan persatuan adalah aset terbesar bangsa. Dia kesal karena Sandi sebagai menuduh aparat tidak bekerja profesional dalam pengaduan laporan rakyat kecil.

"Kalau ada persekusi, Pak Sandi nuduh lagi gampang sekali laporkan, saya akan tindak tegas karena itu," katanya.




Sumber : merdeka.com
Diberdayakan oleh Blogger.