Jumat, Februari 22, 2019

Kepala BKPSDM :Karawang Bakal Dilanda Tsunami PNS!

 

PELITAKARAWANG.COM – Berdasarkan hasil analisis data dari aplikasi Sistem Informasi Manajmen Kepegawaian (SIMPEG) kali terungkap bahwa pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Karawang akan mengalami “tsunami” pensiun.(22/02/2019).

Diperkirakan dalam keadaan normal pada tahun 2022 akan ada 826 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki purna tugas.Dari data SIMPEG terlihat prediksi jumlah PNS yang akan mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) dalam lima tahun  terakhir terus meningkat,misal di tahun 2017 dengan angka 422 orang, tahun 2018 sebanyak 479 orang, tahun 2019 ini diperkirakan sebanyak 549 orang,lanjut di tahun 2020 diperkirakan sebanyak 730 orang dan tahun 2021 sebanyak 778 orang, puncaknya terjadi pada tahun 2022.

Jumlah pensiun PNS tersebut bakal didominasi oleh kalangan guru. Terjadinya puncak pensiun ini diperkirakan karena adanya kebijakan pengangkatan guru-guru Sekolah Dasar (SD) Inpres, utamanya yang diangkat pada tahun 1974 dan tahun 1975 silam. mereka akan memasuki masa pensiun besar-besaran dalam waktu yang hampir bersamaan.
Prediksi jumlah PNS yang memasuki pensiun terjadi peningkatan diatas rata-rata pensiun dalam lima tahun terakhir yaitu sebanyak 592 orang per tahun. Angka tersebut masih bisa bertambah mengingat ada beberapa alasan PNS berhenti selain karena memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) yaitu karena meninggal dunia, diberhentikan dari PNS atau Atas Permohonan Sendiri (APS).Tingginya jumlah PNS Kabupaten Karawang yang meninggal dunia juga menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pensiun. Setiap tahunnya PNS Kabupaten Karawang meninggal dunia mendekati angka 100 bahkan lebih, tahun 2016 tercatat meninggal dunia 102 orang, tahun 2017 sebanyak 83 orang dan tahun 2018 sebanyak 109 orang. Penyebab kematiannya mayoritas karena sakit seperti jantung, stroke, diabetes mellitus dan lain-lain.

“Selain karena BUP dan meninggal pensiun Atas Permintaan Sendiri (APS) juga cukup banyak. Tahun 2015 tercatat sebanyak 15 orang, tahun 2016 sebanyak 19 orang, tahun 2017 sebanyak 13 orang dan tahun 2018 sebanyak 11 orang”, jelas Pengelola pensiun Rd Heri Herlambang.

Kekurangan pegawai makin meningkat karena pemerintah pusat memberlakukan kebijakan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).Moratorium (dari Latin, morari yang berarti penundaan) penerimaan CPNS dilakukan bertujuan untuk penataan menyeluruh pegawai negeri agar tercapai ukuran yang tepat dan efisien atau right sizing. Penataan ini adalah bagian yang tak terpisahkan dengan Program Reformasi Birokrasi secara nasional.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang Asep Aang Rahmatullah, gelombang pensiun PNS terjadi, sementara dalam kurun waktu sembilan tahun sejak tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Karawang hanya tiga kali menyelenggarakan rekruitment CPNS Umum yaitu tahun 2010, tahun 2014 dan tahun 2018. “Jumlah CPNS yang masuk masih jauh dibandingkan dengan jumlah PNS yang pensiun, alhasil posisi yang ditinggalkan ratusan pegawai itu, jadi kosong”, ungkap Asep Aang,Kamis (21/2).

“Untuk mengantisipasi kekurangan pegawai tersebut beberapa upaya yang kami sarankan kepada perangkat daerah yaitu memanfaatkan teknologi informasi, pengembangan kompetensi pegawai (multitasking) dan redistribusi pegawai terutama di kalangan tenaga kesehatan dan guru”, tandas Kepala BKPSDM termuda se-Nusantara ini.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top