LPM Desa di Karawang Minta Naik Honor

PELITAKARAWANG.COM. - Ngiri dengan jumlah pendapatan BPD yang di gaji naik setiap tahun, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa ngebet ingin naik honor. Pasalnya, selain hanya di Ganjar Rp200 ribuan setiap bulan dari Alokasi Dana Desa (ADD), insentif dari Dana Bagi Hasil (DBH) juga belum memuaskan.

Dikatakan Ketua LPM Desa Kiara Kecamatan Cilamaya Kulon, Soma. LPM Desa harus naik honornya setiap tahun walaupun sedikit, sebab, saat ini LPM boleh dikata sudah di salip jauh oleh BPD yang honornya mencapai Rp850 ribu perbulan. Sementara LPM, masih dibawah Rp500 ribu dari ADD, begitupun dari Dana Bagi Hasil (DBH), insentif dari alokasi hasil retribusi dan pendapatan daerah itu hanya diterima sekitar Rp2 jutaan setahun, beruntung jika LPM selallu ada pemasukan dari Iuran Rutin Desa (IRTD), tapi kenyataannya pendapatan itu fluktuatif. Ingin dirinya sebut Soma, kiranya ada penghasilan pasif seperti BPD yang nominalnya bisa lebih besar, lebih-lebih bisa setara. " Honor LPM sudah disalip jauh sama BPD,  sementara tanggungjawab LPM dan perannya juga besar untuk desa," Katanya.

Lebih jauh Soma berharap, harapan ini bisa diperhatikan betul oleh Pemkab, karena betapapun LPM saat ini jadi sasaran pemegang rekening proyek Atap Lantai dan Dinding (Aladin) Rutilahu Provinsi Jawa Barat, persentasinya juga tidak akan setiap tahun dapati program terus menerus, jadi artinya ia inginkan ada penghasilan Pasif dari Pemkab melalui ADD. " Iya memang kita dapat proyek Provinsi untuk Aladin, tapi persentasj untuk kita kan gak akan setiap tahun," Ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Cilamaya Wetan, H Udin Abdul Gani mengungkapkan, dalam APBDes 2019 di desanya saja alokasi untuk anggota LPM Rp 4,5 juta pertahun dan   Pkk Rp 5,5 juta. Anggarannya memang tidak sebesar BPD, tapi ada tambahan dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang besarannya tergantung dari desa-desa yang menetapkannya. " Memang setahun kita lihat Rp4,5 juta ," Ujarnya.

Tidak ada komentar