Pendamping Desa Ultimatum Kades yang akan Habis Jabatanya

PELITAKARAWANG.COM  - Tahun 2019 bisa menjadi tahun terakhir masa jabatan beberapa Kepala Desa. Namun, mengantisipasi pengelolaan keuangan desa dan aset-asetnya jadi celah untuk di korup demi kepentingan politik Pilkades, Pendamping Desa Kecamatan Cilamaya Kulon mengultimatum agar BPD,  masyarakat dan semua elemennya ikut serta mengawasi anggaran dan realisasi yang masuk ke desa.


Dikatakan Pendamping Desa Kecamatan Cilamaya Kulon, H Mahrus Ali, setiap anggaran dana transfer desa tentu sudah melalui proses perencanaan, sehingga ada dan tidak ada Pilkades, atau mau berakhir atau tidak masa jabatan kades, sudah seyogyanya aparat  harus lebih giat perbaiki diri pengelolaan pembangunan desa, SDM, pembinaan masyarakat, pengkaderan organisasi dalam semua hal.

Memang, kemungkinan peluang untuk memanfaatkan dana transfer desa untuk politis Pilkades ada, tapi celahnya ia rasa sudah sempit kalau BPD, LPM dan masyarakatnya jeli dalam melakukan pengawasan. Ini sebatas ultimatum dan jangan coba-coba memainkan dana transfer desa untuk kepentingan politik Pilkades, bukan saja bagi Desa di Cilamaya Kulon, tetapi untuk semuanya juga harus mawas diri. " Mau habis jabatan, jangan coba-coba manfaatkan dana transfer desa untuk kepentingan politik Pilkades, maka BPD dan LMP serta warga harus selalu jeli mengawasinya," Pesan Mahrus.


Ia menambahkan, ada dan tanpa ada Pilkades sebenarbya pengawasan pembangunan tetap harus di lakukan. Hanya memamg melihat momen, semuanya tetap harus berjalan sesuai tugas dan  pokoknya. Untuk itu, BPD dan LPM di desa -desa yang akan Pilkades, tahun ini wajib mengamankan semua aset desa dan pengawasan berkaitan dana transfer desa. Tapi ia yakin, selama APBdes perencanaannya matang, laporan tepat waktu dan administrasi rapi, desa-desa akan tetap terjaga stabilitasnya walaupun ada kades yang akan berakhir jabatannya pada bulan Juni dan November tahun ini. " BPD Wajib amankan aset dan keuangan desa khususnya yang desanya bakal kosong Kadesnya karena habis jabatan," ujarnya.


Ia memperkirakan, anggaran desa tahun ini akan terserap sempurna mengingat Pilkades wacananya akan di gelar di akhir tahun 2019 atau awal 2020. Sehingga, tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan yang berkenaan dengan kerawanan manipulasi keuangan desa jelang Pilkades. " Melihat jadwal Pilkades yang wacananya awal tahun 2020 mah, saya kira anggaran sudah terserap semua tahun 2019 mah," Pungkasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.