Inilah Nama-nama Kandidat yang Muncul di Bursa Caketum PPP

PELITAKARAWANG.COM - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP segera digelar guna mencari pengganti Romahurmuziy (Rommy), yang kini berstatus tersangka KPK. Sejauh ini ada beberapa nama yang muncul karena usulan pengurus partai berlambang Kakbah itu.


Mukernas PPP digelar di Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019) besok hingga Kamis (21/3). Salah satu agenda Mukernas adalah mengukuhkan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, yang sebelumnya telah disepakati dalam forum rapat pengurus harian.


"Besok, besok (Rabu 20 Maret 2019) jam 5 sore di Hotel Seruni Bogor. Undangannya seperti itu," kata Ketua DPP PPP Rudiman saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2019). 


Ketua DPP PPP Lena Maryana Mukti mengatakan, jika ada pandangan lain dalam Mukernas, hal itu akan dibahas. "Keputusan yang diambil oleh PH ini akan disampaikan di Mukernas. Dan di Mukernas itu dibahas dan pembahasan itu bisa saja segala sesuatu terjadi, bisa diterima penetapannya, atau bisa juga ada pandangan lain," kata Lena saat dihubungi, Minggu (17/3).

Lalu, siapa saja calon Ketua Umum PPP jelang Mukernas? merangkum sedikitnya ada tiga kandidat yang dimunculkan kader ataupun pengurus wilayah partai. Berikut ini daftarnya:


1. Suharso Monoarfa

Suharso Monoarfa sebelumnya telah ditetapkan pengurus harian PPP menjadi Plt Ketum menggantikan Romahurmuziy. Suharso merupakan Ketua Majelis Pertimbangan PPP dan pernah menjabat Waketum PPP. 

Nama Suharso disepakati dalam rapat DPP PPP yang digelar Sabtu (16/3). Waketum PPP M Amir Uskara mengatakan Suharso nantinya akan dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas).



"Pertama, pemberhentian terhadap Ir H Romahurmuziy berdasarkan Anggaran Dasar/Rumah Tangga karena beliau terkena kasus, memberhentikan sebagai ketua umum. Kedua, kita juga menyepakati pengurus harian bersama pengurus yang hadir untuk mengangkat Bapak Suharso Monoarfa sebagai plt ketua umum," kata M Amir Uskara di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Penolakan pengangkatan Suharso sebagai plt ketum pun bermunculan. Politikus senior PPP Akhmad Muqowan menyebut penunjukan Suharso inkonstitusional karena tak sesuai dengan AD/ART partai, khususnya Pasal 13 ART PPP, yang menurutnya menyatakan seharusnya yang menjabat plt ketum adalah salah satu Waketum PPP.

Pendapat Muqowan disanggah Sekjen PPP Arsul Sani. Pasal 13 Anggaran Rumah Tangga (ART) PPP hanya berlaku jika ada Waketum yang bersedia ditunjuk. Sayangnya, para waketum yang hadir di rapat Pengurus Harian (PH) DPP PPP enggan bersedia. 

2. Khofifah Indar Parawansa

Sosok Gubernur Jawa Timur (Jatim) ini diusulkan sejumlah DPW PPP untuk menggantikan Rommy. Ada dua pengurus DPW PPP yang ingin Khofifah menjabat Ketum PPP, yaitu DPW PPP Jatim dan DPW PPP DIY.

Ketua DPW PPP Jatim Musyafa Noer mengaku tak sembarangan mengusulkan nama Khofifah. Ada beberapa pertimbangan, dari Khofifah yang merupakan kader tulen PPP hingga kinerja Khofifah yang dinilai mumpuni.

Selain itu, Musyafa mengatakan telah melobi Khofifah untuk dicalonkan. Namun, kepada Musyafa, Khofifah mengaku tak mau menjadi pengganti Rommy. Pasalnya, Khofifah, yang baru sebulan menjabat Gubernur Jatim, mengatakan ingin fokus di kinerja dalam program 99 harinya.



"Jadi nama Bu Khofifah sudah dibawa oleh DPW Jatim dalam forum silaturahmi ketua DPW se-Indonesia. Nanti juga akan dibawa langsung saat Mukernas hari Rabu atau Kamis. Nanti diterima ndak-nya kan harus ada beberapa argumentasi," kata Musyafa.

Untuk DPW PPP DIY, mereka sebenarnya mengusulkan dua nama, salah satunya memang Khofifah Indar Parawansa. Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria mengatakan ada beberapa pertimbangan mengapa DPW PPP menjagokan dua nama itu, termasuk Khofifah.

"Seperti Bu Khofifah ini kan sudah cukup malang melintang di dunia politik, juga telah menjabat beberapa kali di dewan pimpinan (PPP). Juga pernah membesarkan PPP, sudah beberapa kali menjadi menteri di beberapa kabinet yang berbeda," sebut Amin.

3. Arwani Thomafi

Selain nama Khofifah Indar Parawansa, DPW PPP DIY mengusulkan Arwani Thomafi. Nama Waketum PPP itu diusulkan karena sejumlah pertimbangan.

"Ada calon alternatif lain yang diangkat oleh teman-teman DIY (sebagai pengganti Rommy)," ujar Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria saat dihubungi, Senin (18/3).



"Ada Bapak Arwani Thomafi, itu juga merupakan salah satu yang diusulkan oleh teman-teman, juga ada Ibu Khofifah. Ibu Khofifah juga diusulkan dari DIY, ya nanti coba kita seleksi," sambungnya.

Arwani dianggap memiliki banyak pengalaman. Tak hanya itu, anggota Komisi I DPR itu merupakan putra seorang kiai besar di Purworejo, yakni KH Thoifur.




sumber : detik.com

Tidak ada komentar