Camat di Karawang Ultimatum Rekanan BBWS

PELITAKARAWANG.COM- Sungai Cilamaya meluap setelah mendapati kiriman dari bendungan Barugbug sejak Selasa, 9/4. Tanggul yang terkikis selama hampir 2 tahun, mulai di garap Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS). Namun, perusahaan rekanan yang "ngopeni" tanggul Cilamaya itu, di ultimatum Camat selama masa pengerjaannya.

"Jangan asal bikin tanggul, semuanya harus sesuai spek. Karena, ancaman banjir dan kekhawatiran warga harus di redam dengan pekerjaan yang sempurna, " kata Drs H Hamdani, Camat Cilamaya Wetan baru-baru ini.

Ditambahkannya, ajuan penurapan, pembuatan tanggul dan perbaikannya akibat jebol puluhan meter itu, sudah di lakukan pemerintah desa dan kecamatan berulang kali. Wal hasil, baru saat ini mulai realisasi, itupun dengan anggaran yang di sebut sampai Rp1 Milyar. Untuk itu, masyarakat dan desa sangat mengharapkan pekerjaan yang baik dan sempurna oleh pihak rekanan yang ditunjuk BBWS itu, sehingga ancaman tanggul jebol dan banjir, sudah bisa terantisipasi. "Anggarannya konon Rp1 Milyar, baru realisasi saat ini, semoga sempurna, " ungkapnya.

Senada dikatakan Kades Cilamaya, Kuswaedi. Selama ini pihaknya sudah berupaya keras meminta perbaikan tanggul kepada BBWS, bahkan sampai pegawai desanya tak jarang bolak-balik ke kantor BBWS. Sebab, selama hampir dua tahun ini, saat di dapati tanggul jebol, mayoritas di benahi dengan cara manual oleh pihak desa, di sisi lain sebutnya, banjir luapan sungai Cilamaya ini bisa datang sewaktu-waktu, meskipun tidak hujan di wilayah Cilamaya. "Selama ini kita cape perbaiki manual, sekarang sedang di perbaiki BBWs, semoga bisa sempurna, " harapnya. (Rdi).

Diberdayakan oleh Blogger.