Kepsek SD "Putar Otak" Talangi Operasional UN

PELITAKARAWANG.COM - Ujian Nasional (UN) tingkat SD siap digelar 22 April ini. Namun, ajuan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang memposkan biaya UN Triwulan kedua, nampaknya jadi ancaman tersendiri "keringnya" pelaksanaan UN SD tahun ini.

Diakui Kepala SDN Pulojaya 3, Abdul Qodir, selain sertifikasi yang membuat gundah para guru dan Kepsek karena belum juga cair, Biaya Operasional Sekolah (Bos) untuk pelaksanaan UN nanti juga masih belum ada kabar kapan pencairannya. Sementara, Bos di triwulan 1 habis dengan menumpuknya kegiatan, seperti Try Out, Olimpiade siswa dan operasional kegiatan lainnya. Sehingga, di bulan April ini, diakui Qodir, benar-benar kering, sementara UN sudah di depan mata. "Nyusun RKAS kebanyakan pos ke triwulan kedua untuk UN, karena biasanya UN itu sekitar Mei, tapi sekarang mah April di majukan, baru US nya bulan Mei tanggal 13, " keluhnya. 

Menyikapi hal ini, sebut Qodir, pihaknya bersama Kepsek lain, bahkan rapat-rapat di internal Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), juga di arahkan cari alternatif lain, seperti dana talangan. Apalagi, pelaksanaan UN ini butuh banyak alokasi, seperti pengawasan, konsumsi, dan atk misalnya. "Kita mengantisipasinya ya harus putar otak, cari dana talangan, pokoknya ya harus ada aja, karena kan gak jelas juga kapan cairnya, " Katanya. 

Ketua K3S Lemahabang, Ojat Darojat menuturkan, pihaknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk UN pada Senin 15/4 pagi bersama para Kepala Sekolah. Sehingga, UN tingkat SD bisa berjalan dengan lancar, "Apa saja yang di persiapkan, dan jelang pelaksanaannya bagaimana, kita rapat bersama Koorwilcambidik dan Pengawas, " pungkasnya. (Rdi).

Tidak ada komentar