Linmas Pasirukem Tinggal di Gubuk Belasan Tahun

PELITAKARAWANG.COM-Pernah membayangkan tinggal di rumah berukuran 3 x 5 meter dihuni 4 anggota keluarga?, Tapi kenyataan itulah yang di alami Sarim (30), anggota Linmas asal Dusun Wagirsari RT 08/03 Pasirukem Kecamatan Cilamaya Kulon. Rumah yang di huninya bersama kedua anaknya itu, jauh dari pemandangan layak, karena selain sempit dengan perabotan,  material rumah dari Grc dan bambu itu juga nyaris ambruk.

Ditemui di rumahnya, Sarim mengaku dirinya sudah tinggal belasan tahun sejak menikah di rumah ini. Meskipun, rumah orangtuanya sedikit lebih luas, tapi dirinya memilih pisah rumah agar lebih mandiri. Betapapun, itu di gubuk kecil dengan material seadanya. Ukuran rumahnya ini sebut Sarim, sekitar 3 x 5 meter saja, tapi perabotan rumah seperti lemari dan kasur tersedia di dalamnya. Cuma, dapur dan kamar mandi, ada lahan sedikit di belakang yang di manfaatkannya. "Anak-anak belum sekolah sih, istri kerja sebagai PRT di Jakarta, saya sendiri kerjanya ya serabutan saja, dan anggota Linmas, " katanya.

Dirinya bersyukur, karena dalam waktu dekat, rumahnya akan di bedah atas kebijakan Kades Pasirukem lewat anggaran daerah. Dirinya, menunggu arahan pembongkaran dan siap dibangunkan Rumah Layak Huni (Rulahu) yang lokasinya di pindah depan gubuk lama. Material, sebut Sarim sudah datang. Atas hal itu, dirinya menghaturkan terimakasih kepada Kades Pasirukem yang sudah memprioritaskan gubuknya mendapat program Rulahu, sebab ia tahu bahwa jatah setiap desa hanya 4 saja dibangunkan setiap tahun. Baru-baru ini juga, dirinya di datangi para pejabat yang cheking rumahnya itu , sehingga hasil yang ia terima bahwa rumah program ini menjadi prioritas dibangunkan untuknya." Mau bangun rumah juga yang dari mana, sekolah lulus SD juga enggak. Karena ada bantuan, saya hanya bisa bilang terimakasih, " ungkapnya.

Kades Pasirukem, Sehu Supomo mengaku, banyak anggota Linmas yang rumahnya sangat tidak layak huni. Karenanya, dengan keterbatasan anggaran dan program dari Pemkab, dirinya bertahap menyasar program ini. Ada yang terkendala persoalan lahan, ada juga yang sudah selesai. Karenanya, jatah 4 Rulahu perdesa sebenarnya, jauh dari kurang, karena diakui Sehu, masih banyak warganya yang rumahnya jauh dari kata layak. Sarim contohnya, saat dirinya menyambangi rumahnya bersama Kasie di Dinas PRKP, dikira pejabat Pemkab adalah kandang ayam, tapi saat dibuka memang ada kasur dan perabotan. Jadi, ukuran rumah kecil sedemikian rupa, masih di huni warganya. Maka wajar, jika Sarim ini jadi prioritas di bangunkan di tahun ini. "Pejabat PRKP datang mengira ini kandang ayam, tapi saat dibuka pintunya, nyata memang ada kasur dan perabotan dapur, jadi wajib prioritas akhirnya, " pungkasnya (Rdi).

Tidak ada komentar