Pembebasan Lahan Paud Tidak Bisa di Danai Dana Desa

PELITAKARAWANG.COM - Harapan sejumlah penilik Paud agar tanah Paud di bebaskan melalui Dana Desa, pupus. Sebab, dana yang bersumber dari APBN itu, tidak mengatur untuk digunakan membeli tanah atau aset lainnya, baik lembaga pendidikan, kesehatan maupun kemasyarakatan.

Asep Hadian Yunus, Pendamping Desa Telagasari mengatakan, harapan penilik yang menyarankan agar sebelum di bangun dan memberikan mebeler buat Paud bisa di bebaskan lahannya, nampaknya itu tidak bisa di lakukan. Karena, tidak masuk dalam klausul alokasi dana desa, kecuali untuk membangun sarana fisik dan pengadaan mebeler, bahkan insentif. Bahkan, bukan hanya Paud, desa membebaskan lahan dengan pembelian untuk pengadaan posyandu, kesehatan maupun olahraga juga tidak boleh. Karena, yang berdiri saat ini, adalah bangunan di atas lahan yang di wakafkan atau juga di hibahkan. "Gak ada klausul dana desa buat membeli pengadaan lahan jadi aset, untuk bangunan apapun , " katanya.

Yayat menambahkan, standar tanah untuk bangunan Paud, ia rasa cukup 4 x 6 meter. Di Telagasari, dari 43 Paud, masih kurang dari 10 lembaga yang dibangunkan fisiknya dari Dana Desa, sementara selebihnya dibantu mebeler maupun insentif gurunya. Itu, tergantung kebijakan para Kades setempat. Tapi secara umum, ia apresiasi, karena sejauh ini perhatian Desa Pembebasan Lahan Paud Tidak Bisa di Danai Dana Desa semakin tergugah membantu lembaga pendidikan Paud di desa. "Alhamdulilah perhatian desa pada lembaga Paud mah, semakin baik dan bisa membantu" katanya. (Rdi).

Diberdayakan oleh Blogger.