Tanah Paud Belum di Prioritaskan Desa

Karawang.- Dana Desa Milyaran, nampaknya baru membidik pendidikan Paud di operasional saja. Pasalnya, banyak bangunan Paud yang masih nebeng di tanah orang belum jadi prioritas pemerintah desa untuk dibebaskan.

Penilik Koorwilcambidik Kecamatan Lemahabang, Buang S.pd mengatakan, di Lemahabang, ada 46 Paid termasuk 13 diantaranya adalah lembaga TKQ. Pemerintah desa di 11 Desa, sudah terbangun kesadarannya untuk pembangunan Paud, karena tercatat ada 10 unit bangunan Paud yang di danai Dana Desa. Sementara selebihnya, baru perhatian pada operasional Paud saja, seperti insentif guru, dan rehabilitasi yang nominalnya Rp10 juta pertahun. Itu juga sebut Buang, belum semua desa mampu biayai operasional Rp10 juta, karena semuanya tergantung para Kepala Desanya yang memberikan, bisa lebih bahkan bisa juga kurang. "Dari 46, baru ada 10 unit yang dibangun dari Dana Desa, selebihnya mereka bantu operasionalnya saja, " katanya. 

Ditambahkan Koorwilcambidik Kecamatan Lemahabang, AT Sukarsa, kepedulian desa pada lembaga Paud mulai ada peningkatan. Hanya saja, seharusnya saran Ate, sebelum menginjak pada bangunan dan operasional, dana desa diharapkan bisa prioritaskan soal lahannya dulu. Sebab, dari puluhan Paud, kebanyakan masih nebeng di tanah orang dan juga milik pribadi yayasan dan lainnya. Sehingga, pembebasan lahan Paud, harusnya dilakukan oleh desa agar jadi aset desa. "Cukup 8x9 meter standarnya sih, kebanyakan masih Hak Guna Pakai (HGU) , ini yang seharusnya di bebaskan dulu, " pungkasnya. (Rdi).

Diberdayakan oleh Blogger.