Camat Ciwet: Perbaikan Bendungan Karet Muara Masih Proses di Kementrian 

PELITAKARAWANG.COM - Bendungan karet yang pecah sejak Juli 2018 lalu di Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan, mulai mendapat respon dari Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS) dan pihak Direktorat Jenderal (Dirjen) di Kementrian PU. Kabarnya, bendungan yang jadi andalan pengairan ratusan hektar sawah dua desa tersebut, masih dalam proses bahasan tindaklanjut.

Disela-sela Tarawih Keliling (Tarling) di Desa Cikalong, Senin 13/5,  Camat Cilamaya Wetan, Drs Hamdani, pihak BBWS saat di koordinasikan olehnya mengaku, bahwa pemberitaan soal bendungan karet yang pecah dan lambat penanganannya, sudah di laporkan di Dirjen di Kementrian PU dan saat ini sedang dalam proses pembahasan tindak lanjut. Pihaknya sambung Camat, di minta koordinasi sementara dengan para pejabat Perum Jasa Tirta (PJT) II untuk menanggulangi ancaman kekeringan di sejumlah areal lahan pesawahan. Mudah-mudahan, tindaklanjut perbaikan bendungan itu, bisa segera di lakukan. "Iya, saya kontak langsung dengan orang BBWS, katanya sudah masuk pembahasan dan proses di Dirjen, semoga saja cepat realisasi, " harapnya. 


Untuk memperbaiki bendungan di hilir Cilamaya itu, sebut Camat, memang memerlukan biaya tidak sedikit, rata-rata untuk pengadaan fisik dan infrastruktur renovasinya, bisa mencapai Rp 10 Milyar bisa dituntaskan. Wajar saja, jika bendungan yang sudah di kunjungi para pejabat pengawas pengairan, Kasdim hingga orang PJT itu, membuat geram Kades setempat, mengingat bendungan itu jadi satu-satunya andalan untuk pengairan sawah agar selamat dari ancaman kekeringan, jika dibiarkan berlarut, bukan mustahil para petani semakin kewalahan, karena harus cari cara untuk membuat lahannya basah oleh air, walaupun dengan memompa dan sumber sungai lainnya. "Wajar pak Kades marah dan geram, sudah hampir setahun jebol, di kunjungi bahkan di survey, sama sekali belum ada perbaikan lagi," pungkasnya. (Rdi).
Diberdayakan oleh Blogger.