Guru Ngaji Ngantri Demi Duit Insentif Tahunan


PELITAKARAWANG.COM-Guru pendidikan agama atau guru ngaji, harus rela antri bergiliran demi mendapatkan insentif tahunan Rp1,2 juta pertahunnya. Duit APBD yang di distribusikan Bank Jabar Banten (BJB) itu, di terima para guru ngaji dan Amil, di kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, Rabu 8/5. 

Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Kulon Dede Suhanto mengatakan, jumlah guru ngaji yang di datangkan Rabu siang sekitar pukul 13.00 itu, adalah 205 orang dan 45 orang amil. Jumlah itu, adalah hasil ajuan dan verifikasi melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesra (Simkesra) yang menysaratkan format foto,lampiran, alamat lengkap dan keabsahannya agar tidak doubel account dengan guru DTA dan Madrasah. Pihak kecamatan, hanya mengawal saja agar distribusi insentif Rp 1,2 juta untuk guru ngaji dan Rp800 ribu buat Amil itu, di pastikan sudah terealisasi sesuai dengan data yang ada."Jadwal pagi itu dari Kecamatan Cilamaya Wetan, kita kebagian siangnya, Alhamdulillah semuanya lancar, "ungkapnya. 

Sekretaris Camat (Sekcam) Cilamaya Wetan, Imam Bahanan Al Husyaeri mengatakan, hari ke 3 Ramadan 1440 Hijriyah, para guru ngaji dan Amil di Cilamaya Wetan yang jumlahnya 249 orang, nampak sumringah menerima insentif tahunan dari Pemkab yang distribusinya melalui pihak BJB. Insentif ini, sebutnya, merupakan bahagian dari program pembangunan sektor keagamaan, sekaligus peningkatan kesejahteraan para guru ngaji dan amil dari tahun ke tahun. "Di Cilamaya Wetan ini ada 249 orang, semuanya nampak sumringah menerima insentif tersebut, " ungkapnya. 

Kabag Kesra Pemkab Karawang, Matin Abdul Rojak mengatakan, Pemkab Karawang gelontorkan Rp12 Milyar untuk insentif guru ngaji dan guru DTA, MI, MTs, RA, TPQ sebanyak Rp12 Milyar, dan Amil khusus di alokasikan Rp800 juta.
  
Sementara Bantuan BOPF DTA secara khusus diberikan jumlahnya Rp5 Milyar setahun. Senin pertama puasa, pihaknya sudah secara simbolis distribusikan kepada para guru ngaji , Amil dan DTA di Plaza Pemda. "Guru ngaji dan Amil itu Rp12 Milyar, dan guru DTA Rp5 Milyar, " Pungkasnya. (Rdi).
Diberdayakan oleh Blogger.