Senin, Mei 13, 2019

Kabarnya Cellica Nurrachadiana Bakal Jadi Menteri Kabinet Baru Jokowi

 

PELITAKARAWANG.COM-.Lagi muncul kabar yang menyebutkan untuk bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana bakal jadi menteri di jajaran kabinet baru Jokowi,(13/05/2019).
Kabar serupa pernah terjadi manakala ia menjabat sebagai wakil bupati Karawang,kala itu nama Cellica tercantum dalam situs www.kabinetkerjajokowi.com sebagai bakal calon Menteri Kesehatan RI.Selain Cellica,di situs tersebut ada dua nama kandidat sama yakni Rektor Universitas Airlangga,Fasich dan Rektor Universitas Udayana,Ketut Suastika.
Dari ketiga kandidat,dr. Cellica Nurrachadiana yang banyak dipilih,tercatat 32 orang memilih Cellica untuk jadi menteri,sedangkan Fasich dapat 2 pemilih dan 2 orang milih Ketut Suastika.
“Kita pantas bangga,wakil bupati kita menjadi kandidat menteri Kesehatan,memang Cellica memiliki latar belakang sarjana dokter.Saat ini beliau proses menyusun disertasi di Universitas Indonesia,lebih menjurus pada konsentrasi ilmu kesehatan dan pengelolaan pemerintahan,” kata seorang Staff Humas Pemda Karawang,(Selasa,9 September 2014).
dr. Cellica Nurrachadiana,sebelum menjadi bupati dan wakil bupati Karawang,sempat menjabat sebagai Dirut PT Karya Lianti, Direktur PT YEKA Indonesiadan menjadi dokter umum,serta pernah pula menjabat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (2009 -2010), selain menerima anugrah rekor MURI untuk wakil bupati perempuan termuda se Indonesia.
Kali ini muncul lagi untuk nama dr.Cellica Nurrachadiana yang dikabarkan akan menjadi menteri sosial dalam jajaran kabinet Jokowi.Munculnya isu tersebut setelah pertemuan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dengan Capres 01  Jokowi,yang dijalankan usai pelaksanaan Pilpres 2019,17 April lalu.
Dalam pertemuan yang tak disangka oleh publik tersebut (karena beda kubu dalam Pilpres 2019,),Jokowi ataupun AHY tidak menjelaskan secara gambang apa yang menjadi topik bahasan dalam pertemuan keduanya.Tak lama dari persitiwa pertemuan anak SBY dengan Capres nomor 01,muncullah kabar bakal adanya pergantian menteri alias reshuffle kabinet.
Tim Kampanye Nasional (TKN) mengungkapkan,Presiden Joko Widodo kemungkinan akan langsung kembali bekerja setelah reshuffle kabinet dilakukan.Perombakan kabinet kemungkinan akan dilakukan setelah Idul Fitri 2019.
Meski demikian,dia mengaku tidak mengetahui lebih lanjut terkait nama-nama yang akan mengisi posisi pembantu presiden itu.Dia mengatakan,pemilihan menteri merupakan hak Jokowi sebagai kepala negara berdasarkan Undang-Undang (UU).

TKN mengatakan, Jokowi disebut-sebut tengah udah punya kriteria salah satu menteri bila terpilih dalam Pilpres 2019.Sekjen Perindo,Ahmad Rofiq mengungkapkan Jokowi tengah mencari warga Indonesia yang muda,pintar dan cantik guna mengisi jabatan salah satu kursi Menteri.
Sebelum juga Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi menyebut reshufle menteri kabinet kerja kemungkinan dilakukan setelah lebaran.Isu reshuflle atau perombakan kabinet ini semakin menguat setelah sejumlah menteri tersangkut proses hukum di KPK.

Perombakan kabinet,kata dia,dilakukan karena berbagai hal. Diantaranya yakni karena evaluasi kinerja menteri yang buruk serta adanya kasus hukum yang menjerat.


Masih Sekjen Perindo,Ahmad Rofiq menyatakan Joko Widodo sudah punya kriteria salah satu menteri bila terpilih dalam Pilpres 2019. Ia mengungkapkan Jokowi tengah mencari warga Indonesia yang muda,pintar dan cantik guna mengisi jabatan salah satu kursi Menteri.Rofiq menceritakan dalam pertemuan pada 28 April di salah satu hotel,Jokowi menyampaikan ada sejumlah kriteria calon Menteri yang tengah dicari.Jokowi meminta parpol koalisi guna mencari menteri yang memenuhi kriteria tersebut."Jokowi sampaikan ingin dalam kabinet ada salah satu menteri usianya 20-30 tahun, anak muda, perempuan, pintar,cantik.Yang sekarang pintar,cantik,matang siapa? kita sedang cari," katanya dalam diskusi berjudul 'Pemuda,Mana Suaramu?' di Jakarta pada Sabtu, (11/5).

Rofiq menilai kriteria yang diungkapkan Jokowi merupakan bukti keberpihakan pada generasi muda.Sebab selama ini ia mengakui generasi muda kurang mendapat apresiasi di tingkat politik nasional.Penyebab,ia khawatir karena tingginya politik transaksional di kancah politik nasional.Alhasil,hanya pemilik modal yang mampu berperan.Sedangkan generasi muda idealis kurang mendapat porsi."Belum ada inisialnya,itu baru kriteria. Ini berarti Jokowi ada kepedulian terhadap anak muda luar biasa.Lelaki juga boleh enggak cuma perempuan.Karena perubahan mayoritas dimotori anak muda,"ujarnya.Walau begitu,ia menekankan Jokowi belum sepenuhnya fokus mencari Menteri sebagai persiapan jika nanti terpilih pada Pilpres 2019. Ia menyebut Jokowi tengah fokus menyelesaikan program-program pembangunan sebelum masa kepemimpinannya berakhir."Jokowi belum berpikir intensif soal pencarian menteri,masih ada sisa waktu tuntaskan kepemimpinan pertama," sebutnya.
Diketahui, negara lain sudah mulai menggunakan jasa generasi muda sebagai Menteri. Diantaranya Simon Harris yang dilantik menjadi Menteri Kesehatan Irlandia saat usianya 29 tahun; Menteri Negara Urusan Pemuda Uni Emirat Arab, Shamma Al Mazrui dilantik dalam usia 22 tahun dan Menteri Olahraga Malaysia Syed Saddiq yang mendapat jabatan Menteri Olahraga Malaysia di usia 25 tahun.

Kabar ini diturunkan,Cellica Nurrachadiana yang diketahui publik luas sebagai salah satu pengurus DPP Demokrat juga anak kesayangan dari SBY dan istrinya,belum bisa terkonpirmasikan  untuk kabar yang makin berkembang. (red).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top